TANJUNG SELOR — Sebanyak 195 personel gabungan diterjunkan Polda Kalimantan Utara dalam Operasi Patuh Kayan 2026. Operasi berlangsung selama 14 hari dengan sasaran utama peningkatan ketertiban berlalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan di wilayah Bumi Benuanta.
Apel gelar pasukan digelar sebelum operasi dimulai. Kapolda Kaltara Brigjen Pol Andi Syahriful Taufik menyebut pengecekan kesiapan personel dan sarana pendukung menjadi perhatian utama.
"Apel gelar pasukan ini dilaksanakan untuk mengecek kesiapan personel, sarana dan prasarana serta memperkuat sinergi antar instansi guna memastikan pelaksanaan operasi berjalan optimal," kata Andi, Senin (26/10).
Tema Operasi: Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas Tertib
Operasi Patuh Kayan 2026 mengusung tema "Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan". Menurut Andi, operasi diarahkan untuk menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, mengurangi fatalitas korban, serta meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan berkendara.
"Operasi ini bukan hanya untuk menindak pelanggaran, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih tertib dan mengutamakan keselamatan saat berlalu lintas," tegasnya.
Edukasi Humanis dan Penindakan Lewat ETLE
Pelaksanaan operasi mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui edukasi yang humanis. Penegakan hukum dilakukan secara elektronik menggunakan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), baik melalui kamera statis maupun mobile, serta teguran simpatik kepada pelanggar.
Andi menegaskan keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari jumlah pelanggaran yang ditindak. Indikator pentingnya adalah meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan dan berkurangnya risiko kecelakaan lalu lintas.
"Keberhasilan operasi diharapkan terlihat dari tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas dan semakin berkurangnya risiko kecelakaan," katanya.
Personel Diminta Profesional dan Humanis di Lapangan
Seluruh personel diinstruksikan menjalankan tugas secara profesional, proporsional, dan akuntabel. Setiap petugas diminta mengutamakan keselamatan, memberikan pelayanan humanis, serta menghindari tindakan yang tidak sesuai ketentuan.
"Koordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, Dinas Perhubungan dan elemen masyarakat terus diperkuat," ujarnya.
Kolaborasi lintas instansi diharapkan mendukung kelancaran operasi dan menciptakan kondisi lalu lintas yang aman bagi seluruh pengguna jalan. Melalui Operasi Patuh Kayan 2026, Polda Kaltara berharap budaya tertib berlalu lintas semakin kuat di tengah masyarakat.