TANA TIDUNG — Perusahaan Umum (Perum) Damri memastikan layanan angkutan penumpang dari Kabupaten Tana Tidung (KTT) ke Tanjung Selor dan Malinau tetap beroperasi setiap hari. Pada Sabtu, 16 Mei 2026, jadwal keberangkatan untuk rute KTT–Malinau tersedia dua kali, yakni pukul 08.00 WITA dan 15.00 WITA.
Estimasi waktu tempuh menuju Malinau sekitar satu setengah jam. Bus yang digunakan untuk rute ini berkapasitas 19 penumpang dengan tarif flat Rp40 ribu per orang. Selain tujuan utama, Damri juga melayani penumpang yang ingin turun di beberapa desa sepanjang jalur, seperti Desa Seputuk, Desa Belayan Ari, dan Desa Kapuak dengan tarif Rp20 ribu, serta wilayah Sesua seharga Rp30 ribu.
Rute ke Tanjung Selor: Tarif Bertingkat dan Waktu Tempuh 4 Jam
Sementara itu, untuk perjalanan menuju Tanjung Selor, bus Damri hanya melayani satu kali keberangkatan setiap hari pada pukul 09.30 WITA. Moda transportasi ini menggunakan bus berkapasitas 45 penumpang dengan estimasi perjalanan sekitar empat jam dari Kecamatan Sesayap.
Tarif yang dikenakan bersifat bertingkat tergantung titik naik dan turun penumpang. Penumpang dari Tideng Pale atau Sesayap menuju Tanjung Selor dikenakan biaya Rp100 ribu. Sementara itu, tarif dari Tideng Pale ke Panca Agung atau Pimping sebesar Rp80 ribu, dan dari Sekatak Buji ke Tanjung Selor Rp85 ribu. Tarif termurah di rute ini adalah Rp50 ribu untuk perjalanan dari Tideng Pale ke Sekatak Buji.
Lokasi Terminal dan Imbauan agar Tidak Tertinggal Bus
Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tana Tidung, Arief Prasetiawan, mengingatkan penumpang untuk datang lebih awal ke terminal. "Tidak jarang penumpang yang tertinggal karena datang ke terminal mepet waktu berangkat," ujarnya. Ia menyarankan masyarakat tiba minimal 30 menit sebelum jadwal keberangkatan agar bisa memilih kursi atau menghubungi pihak Damri terlebih dahulu jika ingin dijemput di titik lain.
Terminal Damri berlokasi di Jalan Perintis, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, tepat di depan kantor Dinas PUPR PKP. Titik ini menjadi tempat kumpul utama bagi calon penumpang yang akan menggunakan layanan angkutan umum dari Perum Damri.
Layanan ini menjadi tulang punggung mobilitas warga di wilayah Tana Tidung yang akses jalannya masih terbatas. Dengan adanya jadwal tetap dan tarif yang transparan, masyarakat diharapkan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih pasti, baik untuk keperluan kerja, pendidikan, maupun urusan keluarga di Tanjung Selor dan Malinau.