KALIMANTAN UTARA — Belum juga meluncur ke publik, Toyota GR GT—yang digadang-gadang sebagai penerus spiritual Lexus LFA—sudah kebanjiran sentuhan aftermarket. Khyzyl Saleem, sosok di balik banyak render mobil ekstrem di media sosial, baru saja merilis interpretasi pertamanya terhadap supercar berhidung panjang ini. Ia menyebut hasil karyanya sebagai “just a lil chonk”.
Body Kit Lebar yang Bikin Siluet Makin Agresif
Saleem menambahkan fender extension di kedua sisi yang menyatu rapi dengan bodi. Bagian depan kini dilengkapi splitter serat karbon yang lebih besar, sementara profil samping dihiasi side gill dan fin tambahan pada side skirt.
Tak ketinggalan, pelek BBS E88 deep dish berukuran besar dipasang untuk mengisi ruang roda yang melebar. Ground clearance juga dibuat semakin minim, memberikan kesan hampir menyentuh aspal.
Bagian Belakang Tetap Garang, Hanya Livery yang Berubah
Di bagian belakang, Saleem memilih untuk tidak banyak mengubah desain pabrik. Spoiler ducktail besar, diffuser agresif, serta knalpot quadruple sudah dianggap cukup garang dari bawaan pabrik. Sentuhan akhir berupa livery dua warna: ungu untuk bodi utama dan hitam untuk atap.
Mesin V8 Hybrid 641 HP, Siap Melibas 320 km/jam
Saleem tidak menyentuh sektor dapur pacu. GR GT versi produksi sendiri sudah dibekali mesin V8 4.0 liter twin-turbo dengan sistem dry-sump yang menghasilkan setidaknya 641 tenaga kuda. Dukungan motor listrik turut menyempurnakan sistem hybrid-nya. Toyota memang belum mengumumkan angka output gabungan, tapi pabrikan sudah mengonfirmasi kecepatan maksimum di atas 320 km/jam.
Pengiriman Perdana 2027, Siap Disambut Tuner?
Gazoo Racing dijadwalkan mulai mengirimkan unit pertama pada 2027. Dengan basis yang sudah agresif secara visual dan performa, pertanyaan besarnya: apakah pemilik GR GT nanti akan berani menambahkan sentuhan aftermarket seperti yang dilakukan Saleem? Melihat sejarah mobil ikonik Toyota sebelumnya, tak sulit membayangkan supercar ini bakal menjadi kanvas favorit para tuner dunia.