Tesla kembali memperpanjang napas proyek supercar listrik mereka dengan mendaftarkan merek dagang baru di Amerika Serikat. Dokumen yang diajukan ke Kantor Paten dan Merek Dagang AS (USPTO) pada akhir April lalu ini menunjukkan identitas visual baru yang akan melekat pada Tesla Roadster generasi kedua.
Langkah hukum ini menjadi sinyal bahwa pabrikan pimpinan Elon Musk tersebut masih berupaya menjaga relevansi Roadster di mata publik. Meski sudah diperkenalkan sejak 2017, mobil yang menjanjikan performa ekstrem ini belum juga masuk ke lini produksi hingga pertengahan 2024.
Desain Logo Shield dan Makna Empat Garis Vertikal
Logo terbaru yang didaftarkan memiliki bentuk menyerupai perisai (shield) dengan tulisan "ROADSTER" pada bagian atas. Di bawah teks tersebut, terdapat empat garis vertikal sejajar yang menjadi elemen visual utama. Berdasarkan berkas pendaftaran, empat garis tersebut melambangkan kecepatan, daya dorong, panas, dan angin.
Desain ini merupakan paten terkait Roadster ketiga yang diajukan Tesla sepanjang tahun ini. Sebelumnya, perusahaan telah mendaftarkan logo tulisan "Roadster" dengan gaya skrip yang lebih luwes serta sebuah desain siluet kendaraan minimalis. Hingga saat ini, belum ada satu pun dari aplikasi tersebut yang mendapatkan status disetujui secara resmi oleh otoritas terkait.
Ekspansi Merek ke Apparel hingga Perlengkapan Bayi
Pendaftaran merek dagang kali ini tidak hanya terbatas pada unit kendaraan listrik atau infrastruktur pengisian daya saja. Tesla terlihat ingin memaksimalkan potensi komersial nama "Roadster" ke berbagai sektor gaya hidup. Dokumen tersebut mencakup kategori pakaian, alas kaki, topi, hingga pakaian bayi bermerek.
Strategi ini sebenarnya lazim dilakukan oleh pabrikan otomotif besar untuk memperkuat ekosistem merchandise mereka. Namun, bagi para pengamat, langkah ini terasa kontras mengingat produk utamanya sendiri belum kunjung bisa dibeli oleh konsumen di diler resmi.
Janji Produksi Elon Musk dan Sindiran Vaporware
Dalam laporan pendapatan Tesla pada April lalu, Elon Musk sempat menyatakan bahwa versi produksi massal kemungkinan akan diperlihatkan dalam waktu dekat. Namun, pernyataan tersebut disambut skeptis oleh banyak pihak karena Musk telah berulang kali memberikan janji serupa selama hampir satu dekade terakhir.
Bentuk logo baru yang menyerupai huruf "V" besar justru memicu kritik pedas di media sosial. Sejumlah netizen dan pengamat otomotif mengaitkan bentuk logo tersebut dengan istilah "vaporware"—sebutan untuk produk yang diumumkan ke publik namun tidak pernah benar-benar dirilis atau diproduksi.
Nasib Deposit Konsumen Sebesar Rp 800 Juta
Persoalan Tesla Roadster bukan sekadar masalah keterlambatan peluncuran, melainkan juga menyangkut dana konsumen. Tesla telah membuka keran pemesanan sejak 2017 dengan nilai deposit yang sangat besar. Untuk pemesan varian Founders Series, konsumen diwajibkan menyetor uang muka sebesar 50.000 dolar AS atau sekitar Rp 800 juta.
Beberapa pemegang reservasi mulai menyuarakan keluhan terkait sulitnya menarik kembali uang deposit mereka. Dalam perjanjian Founders Series, disebutkan bahwa sebagian dari deposit tersebut bersifat tidak dapat dikembalikan (non-refundable). Situasi ini menambah beban moral bagi Tesla untuk segera merealisasikan supercar yang diklaim mampu berakselerasi 0-100 km/jam dalam waktu kurang dari 2 detik tersebut.