Pencarian

Operasi Patuh Jaya 2026: 103.779 Pelanggar Terekam ETLE di Hari Pertama

Rabu, 28 Oktober 2026 • 13:35:32 WIB
Operasi Patuh Jaya 2026: 103.779 Pelanggar Terekam ETLE di Hari Pertama
Petugas memantau rekaman kamera ETLE saat Operasi Patuh Jaya 2026 di Jakarta.

KALIMANTAN UTARA — Ditlantas Polda Metro Jaya mencatat 103.779 pelanggar terekam kamera ETLE pada hari pertama Operasi Patuh Jaya 2026. Dari 2.888 kasus yang tervalidasi, pelanggaran ganjil genap mendominasi dengan 808 kasus atau sekitar 28 persen. Operasi berlangsung 14 hari, 26 Oktober hingga 8 November, melibatkan 2.938 personel gabungan.

Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Adiel Aristo, menyampaikan bahwa aturan ganjil genap menjadi pelanggaran yang paling banyak terekam sistem tilang elektronik pada hari pertama operasi. Pernyataan itu dikutip Antara, Selasa (27/10).

Ganjil Genap Teratas, Rambu dan Lampu Merah Menyusul

Angka 808 kasus ganjil genap menempatkan pelanggaran ini jauh di atas jenis lainnya. Posisi kedua diisi pelanggaran rambu atau marka jalan dengan 557 kasus.

Pengendara yang menerobos lampu merah tercatat 408 kasus. Pengendara motor tanpa helm menyusul dengan 403 kasus, lalu kendaraan yang masuk jalur busway sebanyak 350 kasus.

  • Ganjil genap: 808 kasus
  • Rambu atau marka jalan: 557 kasus
  • Menerobos lampu merah: 408 kasus
  • Motor tanpa helm: 403 kasus
  • Masuk jalur busway: 350 kasus
  • Tanpa sabuk pengaman: 281 kasus
  • Rambu atau larangan lain: 65 kasus
  • Pakai ponsel saat berkendara: 9 kasus
  • Penumpang motor tanpa helm: 7 kasus

2.888 Surat Konfirmasi Terkirim, 1.777 Tilang Sudah Dibayar

Sebanyak 2.888 surat konfirmasi telah dikirim ke pemilik kendaraan yang terekam. Dari jumlah itu, 1.873 telah terkonfirmasi dan 1.976 perkara tertagih.

Tilang yang sudah terbayar tercatat 1.777. Sisa perkara masih dalam proses penagihan hingga batas waktu yang ditentukan sistem ETLE.

Sasaran Prioritas Selama 14 Hari Operasi

Polda Metro Jaya menggelar Operasi Patuh Jaya mulai 26 Oktober hingga 8 November. Sebanyak 2.938 personel gabungan diterjunkan untuk mengawasi tujuh sasaran prioritas.

Sasaran tersebut meliputi pengendara motor tanpa helm berstandar nasional (SNI), pengemudi tanpa sabuk pengaman, penggunaan ponsel saat berkendara, pelanggaran rambu atau marka, menerobos lampu merah, melebihi batas kecepatan, dan melawan arus.

Pendekatan Preemtif dan Preventif Jadi Penekanan

Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto menjelaskan tema operasi tahun ini, "Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan".

"Cara bertindak operasi ini lebih dominan pada upaya preemtif dan preventif," kata Dadang, dikutip dari keterangan resmi.

Penekanan pada edukasi dan pencegahan tetap dibarengi penindakan lewat kamera ETLE yang tersebar di sejumlah titik Jakarta. Pemilik kendaraan yang menerima surat konfirmasi diminta segera melakukan konfirmasi dan menyelesaikan kewajiban tilang sebelum masa operasi berakhir.

Follow faktakaltara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks