TARAKAN — Kepala SMPN 3 Kota Tarakan Tri Junarto menyatakan rangkaian acara HUT ke-44 bukan sekadar perayaan seremonial. Menurutnya, Market Day menjadi wadah bagi siswa untuk mempraktikkan langsung materi pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) yang selama ini dipelajari di kelas.
"Melalui Market Day, anak-anak belajar merencanakan, memproduksi, hingga memasarkan produk secara berkelompok. Ini melatih jiwa kewirausahaan, kerja sama tim, hingga kemampuan berkomunikasi secara langsung," jelas Tri Junarto.
Makna di Balik Tema HUT ke-44
Tri Junarto memaparkan bahwa perjalanan SMPN 3 Tarakan selama 44 tahun bukan waktu yang singkat sejak sekolah itu berdiri. Setiap kata dalam tema perayaan, katanya, dipilih untuk menegaskan arah pembinaan warga sekolah.
Kata "Bersama" menegaskan pentingnya rasa kekeluargaan, gotong royong, dan sinergi antara guru, murid, orang tua, dan masyarakat. Adapun "Sehat" menjadi pengingat bahwa kesehatan fisik, mental, dan lingkungan adalah fondasi utama agar seluruh warga sekolah dapat beraktivitas dan belajar dengan baik.
Kata "Kreatif" mengajak siswa dan pendidik terus berinovasi, berpikir kritis, dan berani menciptakan karya baru. Sementara "Berprestasi" menjadi dorongan untuk mengukir capaian terbaik di bidang akademik maupun non-akademik.
Terakhir, "Berkarakter" dimaknai sebagai upaya menjadikan nilai moral, etika, dan kesopanan dalam pemanfaatan Profil Pelajar Pancasila sebagai fondasi kepribadian siswa yang berakhlak mulia.
Dinas Pendidikan Apresiasi Capaian SMPN 3 Tarakan
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tarakan Irmina Rini Sulistyawati hadir langsung dalam perayaan tersebut. Ia menilai capaian SMPN 3 Tarakan sebagai salah satu gambaran keberhasilan pendidikan di kota itu yang patut disyukuri bersama.
"Ini adalah salah satu gambaran capaian yang luar biasa dari SMP Negeri 3 Kota Tarakan, hal yang patut kita syukuri bersama. Oleh karena itu, dengan perayaan ulang tahun ini, kami harapkan bahwa SMP Negeri 3 ke depannya akan semakin jaya, semakin kuat di dalam menghasilkan generasi penerus kita yang bukan saja cerdas di dalam akademiknya, akan tetapi juga di dalam karakternya," puji Irmina Rini Sulistyawati.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pihak sekolah, komite, orang tua, dan masyarakat luas dalam dunia pendidikan. Menurutnya, tidak ada kesuksesan yang dicapai sendiri-sendiri, termasuk dalam proses belajar siswa.
"Bagaimana kebersamaan itu harus ada, harus terbangun, karena apa? Tidak ada sejarah suatu kesuksesan itu kita capai sendiri-sendiri. Semuanya harus bersama-sama. Bahkan ketika belajar, kalau kita sendiri dengan bersama-sama, tentu hasilnya akan jauh lebih baik jika kita lakukan bersama-sama," katanya.
Peran Orang Tua dan Sponsor dalam Pendidikan
Irmina menyampaikan terima kasih kepada komite sekolah dan seluruh sponsor yang mendukung kegiatan tersebut. Ia menegaskan pendidikan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi juga memerlukan peran serta pihak luar.
"Terima kasih juga untuk seluruh pendukung kegiatan ini, baik dari komite sekolah, kemudian dari seluruh sponsor yang memberikan bantuannya, karena memang pendidikan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi juga perlu adanya peran serta dari pihak luar," tutupnya.
Rangkaian perayaan HUT ke-44 SMPN 3 Kota Tarakan ditutup dengan penyerahan berbagai penghargaan kepada siswa berprestasi serta penampilan seni dari para pelajar.