TARAKAN — Raker tahunan KONI Tarakan kali ini tidak berhenti pada evaluasi program dan pelaporan keuangan 2025. Forum yang dihadiri puluhan pengurus cabang olahraga se-Kota Tarakan itu langsung dijadikan panggung konsolidasi menjelang Porprov II Kaltara.
Bismark Sanusi memimpin pembukaan raker dan menegaskan bahwa waktu persiapan menuju Malinau sangat terbatas. Ia meminta setiap cabor menyampaikan kondisi riil di lapangan, bukan sekadar laporan di atas kertas.
Mengapa Penjelasan Disbudporapar Jadi Kompas Utama Kontingen Tarakan
Agenda paling krusial dalam raker kali ini adalah pemaparan teknis dari Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Tarakan. Penjelasan dinas tersebut dinilai menjadi acuan untuk memastikan kesiapan fisik, mental, hingga dukungan logistik para atlet yang akan berlaga.
"Poin utama yang paling mendesak bagi kita saat ini adalah mendengar penjelasan detail dari Kepala Disparpora. Ingat, tanggal 10 November 2026 arena pertempuran sudah dibuka. Waktu kita sangat terbatas, jadi kesiapan atlet dan cabor tidak boleh lagi sebatas laporan di atas kertas," tegas Bismark saat menyampaikan sambutan.
Ia mendesak seluruh perwakilan cabor memanfaatkan raker sebagai ruang eksekusi. Kendala pemusatan latihan, progres atlet, hingga inventarisasi kebutuhan kontingen harus tuntas secara presisi.
Suksesi Kepengurusan 2027 Mulai Dirancang dari Sekarang
Masa bakti kepengurusan KONI Tarakan periode berjalan akan berakhir pada 2027. Bismark menilai wacana regenerasi kepemimpinan tidak boleh dibiarkan berjalan mendadak.
"Proses estafet kepemimpinan tidak boleh dilakukan secara mendadak. Mekanisme suksesi untuk pemilihan Ketua KONI periode berikutnya harus kita bedah dan cicil dari Raker ini. Keterbukaan sejak awal adalah kunci agar transisi berjalan mulus tanpa mengganggu konsentrasi atlet yang sedang dibina," lanjutnya.
Langkah antisipatif itu diambil untuk menjaga iklim internal organisasi tetap kondusif dan transparan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI.
Evaluasi Keuangan 2025 dan Verifikasi Cabor Baru
Selain dua isu utama tersebut, raker membedah laporan pertanggungjawaban keuangan 2025 dan evaluasi capaian program kerja tahun lalu. Forum juga membahas permohonan verifikasi calon anggota cabor baru yang akan bergabung di bawah naungan KONI Tarakan.
Bismark memberikan apresiasi atas kehadiran dan komitmen penuh seluruh pengurus cabor. Ia optimistis keputusan yang diambil dalam forum akan menjadi fondasi bagi kemajuan ekosistem olahraga di Kota Tarakan.
"Saya mengapresiasi keaktifan seluruh peserta Raker. Keterbukaan dan ketegasan dalam forum ini sangat penting agar setiap keputusan yang kita ambil benar-benar berdampak langsung bagi peningkatan prestasi olahraga Tarakan di kancah regional maupun nasional," pungkasnya.
KONI Tarakan menargetkan kontingen kota itu datang ke Kabupaten Malinau pada November mendatang dengan status siap tempur, sekaligus mempertahankan dominasi prestasi di tingkat provinsi.