TANJUNG SELOR — Provinsi Kalimantan Utara mencatat pertumbuhan ekonomi 5,09 persen pada semester pertama 2026. Capaian itu disampaikan Gubernur Zainal A. Paliwang di hadapan jamaah dan warga yang memadati Halaman Kantor Gubernur serta Lapangan Agatis, Tanjung Selor, dalam peringatan HUT ke-14 Kaltara.
Zainal menilai angka pertumbuhan tersebut belum cukup jadi ukuran keberhasilan. Menurutnya, kemajuan daerah juga harus terlihat dari semangat gotong royong dan kemampuan warga hidup berdampingan dalam keberagaman.
Pertumbuhan Ekonomi Diminta Merata ke Seluruh Benuanta
Gubernur menekankan hasil pembangunan mesti dirasakan merata oleh masyarakat di seluruh wilayah Kaltara. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi perlu berujung pada terbukanya peluang usaha dan lapangan pekerjaan baru.
"Kita ingin memastikan setiap perputaran hasil bumi dan pertumbuhan ekonomi di Benuanta dirasakan secara merata, membuka peluang usaha, serta lapangan pekerjaan demi kualitas hidup masyarakat yang semakin baik," kata Zainal.
Pemerintah provinsi, lanjut Zainal, tidak bisa bekerja sendirian. Ada aparatur yang menjalankan pelayanan, pelaku usaha yang menggerakkan perekonomian, guru yang mendidik, tenaga kesehatan yang melayani, serta anak muda yang membawa gagasan baru.
Ustadz Das'ad Latif Isi Tausiah Syukur dan Persaudaraan
Peringatan HUT ke-14 Kaltara turut diisi tausiah Ustadz Das'ad Latif. Pesan keagamaan yang disampaikan menyoroti pentingnya rasa syukur, menjaga hubungan dengan sesama, dan menempatkan nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi Zainal, pesan tersebut relevan dengan kondisi Kaltara yang dihuni beragam suku dan budaya. Persaudaraan dinilai menjadi modal utama menjaga daerah tetap aman dan harmonis.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam perjalanan pembangunan Kaltara selama 14 tahun terakhir. Mulai dari aparatur pemerintah, pelaku usaha, guru, tenaga kesehatan, hingga kalangan muda.
Kerukunan Jadi Kunci Menuju Kaltara yang Lebih Baik
Menutup pesannya, Gubernur mengajak masyarakat terus saling menghormati dan merawat kerukunan. Keamanan daerah, menurutnya, menjadi prasyarat agar pembangunan berjalan lancar.
Perjalanan Kaltara ke depan tidak hanya soal kecepatan pertumbuhan. Yang sama penting, bagaimana seluruh warga bisa tumbuh bersama dan merasakan manfaat kemajuan itu secara nyata.