TANJUNG SELOR — Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Utara H. Denny Harianto menerima audiensi TVRI Kaltara di Kantor Gubernur, Jumat (25/9/26), untuk membahas persiapan Symphony de Benuanta. Pertemuan itu menandai masuknya agenda seni-budaya ke rangkaian peringatan HUT ke-14 Kaltara. Penyelenggara menargetkan Lapangan Agatis sebagai pusat kegiatan selama sepekan penuh.
Denny menilai gagasan acara kreatif semacam ini yang dibutuhkan Kaltara saat ini. Menurut dia, ide-ide baru tetap bisa muncul meski pemerintah sedang menjalankan kebijakan efisiensi anggaran.
“Hal-hal seperti ini sebetulnya yang ingin kita lihat di Kalimantan Utara, muncul ide-ide yang betul-betul bisa membangkitkan semangat kembali, walaupun di tengah-tengah efisiensi APBD,” ujarnya.
Panggung Seni, Kreativitas, dan Promosi UMKM
Symphony de Benuanta dirancang menghadirkan pertunjukan seni dan budaya, kreativitas masyarakat, serta promosi produk UMKM lokal. Rangkaian acara selama 19–25 Oktober 2026 itu juga menjadi ruang ekspresi bagi pelaku seni dan komunitas di daerah.
Bagi pelaku usaha kecil, kegiatan ini diharapkan membuka peluang pemasaran baru. Pemprov Kaltara melihat ajang tersebut sebagai pendorong pergerakan ekonomi daerah, bukan sekadar hiburan seremonial.
Potensi daerah yang ditampilkan mencakup kekayaan budaya Kaltara dan produk unggulan warga. Penyelenggara ingin memperkenalkan semua itu kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk pengunjung dari luar provinsi.
Kolaborasi Jadi Kunci di Tengah Efisiensi APBD
Denny menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menyukseskan acara. Silaturahmi lintas pihak dinilai sebagai modal utama membangun daerah.
“Ke depan, kita perlu memperkuat silaturahmi, memperkuat kolaborasi. Semuanya harus mencintai Kaltara,” tegasnya.
Pemprov Kaltara berharap Symphony de Benuanta menjadi momentum mempererat kebersamaan warga Bumi Benuanta. Agenda ini juga disiapkan sebagai penanda peringatan HUT ke-14 provinsi yang dimekarkan dari Kalimantan Timur tersebut.
Bagi TVRI Kaltara sebagai penggagas, audiensi dengan Sekprov menjadi langkah awal koordinasi lintas lembaga. Dukungan pemerintah daerah dibutuhkan agar rangkaian kegiatan di Lapangan Agatis berjalan sesuai jadwal pada Oktober 2026.