Pencarian

Pertamina Genjot CCS, Bidik 20 Basin Simpan 578 Gigaton CO2

Kamis, 01 Oktober 2026 • 08:37:01 WIB
Pertamina Genjot CCS, Bidik 20 Basin Simpan 578 Gigaton CO2
Pertamina Hulu Energi mempercepat pengembangan CCS dan CCUS dengan membidik 20 cekungan berkapasitas penyimpanan 578 gigaton CO2.

KALIMANTAN UTARA — PT Pertamina Hulu Energi mempercepat pengembangan teknologi carbon capture and storage (CCS) dan carbon capture, utilization, and storage (CCUS) dengan membidik 20 cekungan produktif berkapasitas penyimpanan total 578 gigaton CO2. Langkah ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu pemain kunci penyimpanan karbon regional, ditopang proyek CCS Hub pertama di Asri Basin bersama ExxonMobil. Bagi industri dalam negeri, proyek ini membuka peluang jasa transportasi karbon lintas negara sekaligus memperkuat posisi hulu migas di tengah transisi energi.

Sepuluh program CCS dan CCUS sudah berjalan di lingkungan Pertamina Hulu Energi dengan total injeksi mencapai 5.671 ton CO2 ekivalen. Capaian paling awal terjadi di Lapangan Sukowati, di mana injeksi CO2 pertama rampung pada Desember 2023. Setelah itu, perseroan melanjutkan studi uji coba interwell CO2 enhanced oil recovery (EOR) pada 2025.

Uji coba EOR penting karena tidak sekadar menyimpan karbon, tetapi juga mendorong produksi minyak dari lapangan tua. Pendekatan ini membuat biaya penyimpanan karbon lebih masuk akal secara komersial dibanding proyek yang murni menimbun CO2 tanpa nilai tambah produksi.

Asri Basin Jadi Prioritas, Simpanan Capai 2,9 Gigaton

Pertamina Hulu Energi bersama ExxonMobil menggarap proyek CCS Hub pertama berskala regional di Asri Basin. Proyek ini dirancang terintegrasi dari hulu ke hilir: pengangkutan liquid CO2 (LCO2), terminal penerimaan, pipa lepas pantai, sumur injeksi, sampai fasilitas penyimpanan.

Direktur Investasi & Pengembangan Bisnis PHE, Dannif Utojo Danusaputro, menyebut potensi penyimpanan di Asri Basin mencapai sekitar 2,9 gigaton. Posisinya di lepas pantai dinilai dekat dengan pusat emisi domestik dan punya akses pelayaran strategis.

"Asri CCS Hub menggabungkan skala penyimpanan yang masif, lokasi strategis, serta konsep rantai transportasi dan penyimpanan yang lengkap. Tempat penyimpanan yang baik secara teknis juga harus layak secara komersial dan siap secara institusional. Kerangka regulasi pendukung di Indonesia telah tersedia, dan tugas kita bersama adalah mewujudkannya menjadi proyek yang dapat diimplementasikan serta bankable," ujar Dannif dalam keterangan tertulis, Rabu (30/9/2026).

Regulasi Makin Lengkap, Korea Selatan Masuk Hitungan

Sejak 2023, Indonesia menerbitkan sejumlah kerangka kerja untuk mendukung CCS. Mulai dari Peraturan Menteri ESDM No. 2/2023, Peraturan Presiden No. 14/2024 tentang CCS Cross-Border, hingga aturan turunan soal nilai ekonomi karbon dan tata kelola unit karbon.

Regulasi lintas batas itu membuka pintu bagi karbon dari negara lain untuk disimpan di Indonesia. PHE menjajaki kolaborasi dengan pemangku kepentingan di Korea Selatan, mencakup penghasil emisi, perusahaan pelayaran, penyedia teknologi, dan investor.

Skema ini menjadikan Asri CCS Hub sebagai platform injeksi karbon prioritas yang diharapkan memberi nilai tambah bagi kedua negara. Bagi Korea Selatan, tersedia lokasi penyimpanan permanen. Bagi Indonesia, muncul potensi pendapatan jasa penyimpanan dan transfer teknologi.

Taruhan di Tengah Transisi Energi

PHE menyatakan akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas yang berkelanjutan sesuai prinsip environmental, social, and governance (ESG). Perseroan juga menegaskan komitmen pada tata kelola perusahaan yang baik dan pencegahan fraud.

Dengan kapasitas 578 gigaton yang tersebar di 20 basin, Indonesia punya modal besar untuk masuk peta penyimpanan karbon dunia. Eksekusinya kini bergantung pada kesiapan infrastruktur, kepastian komersial, dan kecepatan realisasi proyek Asri Basin sebagai proyek percontohan.

Follow faktakaltara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks