TARAKAN — Seluruh jenis penggunaan kredit di Kalimantan Utara kompak mencatat pertumbuhan pada Agustus 2026. Kredit modal kerja naik 43,43 persen, kredit investasi melesat 86,75 persen, dan kredit konsumsi tumbuh 3,66 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Utara Agus Taufik menyampaikan data tersebut melalui rilis resmi KPwBI Kaltara tertanggal 7 Oktober 2026. Menurut dia, kualitas kredit tetap terjaga di tengah ekspansi yang agresif.
"Di sisi risiko, kualitas kredit masih terkendali. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) pada Agustus 2026 tercatat 0,70 persen secara gross, jauh di bawah ambang batas 5 persen," ujar Agus.
Industri Pengolahan Kuasai Separuh Penyaluran Kredit
Dari sisi sektor ekonomi, industri pengolahan mendominasi dengan pangsa 44 persen dari total penyaluran kredit. Pertumbuhannya mencapai 153,28 persen secara tahunan, angka yang jauh melampaui sektor lain.
Sektor rumah tangga menempati posisi kedua dengan pangsa 15,90 persen. Namun pertumbuhannya relatif tipis, hanya 3,62 persen.
Kendati kredit secara umum melesat, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di Kaltara mengalami kontraksi 9,06 persen. Artinya, pertumbuhan penyaluran kredit tidak diikuti kenaikan simpanan masyarakat di wilayah tersebut.
Kredit UMKM Masih Terkontraksi 1,46 Persen
Penyaluran kredit kepada pelaku UMKM belum ikut menguat. Realisasinya terkontraksi 1,46 persen secara tahunan, dengan total kredit outstanding Rp5,47 triliun atau hanya 11,91 persen dari keseluruhan portofolio perbankan.
Yang perlu dicermati, NPL kredit UMKM tercatat 7,12 persen. Angka itu jauh di atas NPL umum yang hanya 0,70 persen dan melampaui ambang batas aman 5 persen.
BI-FAST dan QRIS: Transaksi Melambat, Pengguna Bertambah
Aktivitas sistem pembayaran di Kaltara sepanjang Juli 2026 berjalan normal. Nilai transaksi BI-FAST mencapai Rp3,28 triliun, meski terkontraksi 0,65 persen secara tahunan.
Transaksi BI-RTGS tercatat Rp856 miliar atau turun 11,05 persen, sedangkan SKNBI mencapai Rp319 miliar dengan kontraksi 13,23 persen.
Di sisi lain, basis pengguna QRIS terus melebar. Per Juli 2026, jumlah pengguna QRIS di Kaltara mencapai 152.160 orang, bertambah 20.908 pengguna dibanding posisi 31 Desember 2025 yang sebanyak 131.252 pengguna.
Uang Keluar Rp164,61 Miliar, Konsumen Tetap Optimistis
BI Kaltara mencatat net outflow atau arus uang keluar bersih sebesar Rp77,59 miliar sepanjang September 2026. Arus uang keluar mencapai Rp164,61 miliar, sementara arus masuk Rp87,02 miliar.
Untuk menjaga ketersediaan uang layak edar, BI rutin melakukan dropping dan penarikan uang melalui tiga Kas Titipan di Tanjung Selor, Malinau, dan Nunukan.
Survei Konsumen BI September 2026 menunjukkan optimisme warga Kaltara masih terjaga. Indeks Keyakinan Konsumen berada di 118,74, naik dari 118,06 pada Agustus. Indeks Kondisi Ekonomi tercatat 109,22 dan Indeks Ekspektasi Konsumen 128,25, naik dari 126,85.
Survei itu melibatkan 200 rumah tangga untuk memotret persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini sekaligus ekspektasi ke depan.