KALIMANTAN UTARA — KAI Group melayani 258.993.359 pelanggan sepanjang Semester I 2026, naik 7,55 persen dari 240.805.920 pelanggan pada periode yang sama tahun lalu. Lonjakan mobilitas itu dibarengi pendapatan konsolidasi sekitar Rp18 triliun, dan menjadi modal KAI memperkuat kapasitas layanan serta mencari sumber pendapatan baru di luar angkutan.
Paragraf pembuka: Pencapaian volume penumpang itu diumumkan bersamaan dengan peringatan HUT ke-81 KAI yang digelar melalui upacara di Kantor Pusat KAI, Bandung, Senin (28/9/2026). Tahun ini KAI mengusung tema "Semakin Melayani" sebagai arah transformasi perusahaan di bidang pelayanan, keselamatan, efisiensi, inovasi, dan keberlanjutan.
Beban Baru di Balik Rekor Penumpang
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menilai pertumbuhan pelanggan bukan sekadar capaian volume, melainkan tanggung jawab yang bertambah besar. Menurut dia, kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus naik harus dijawab dengan peningkatan kapasitas dan keandalan layanan.
"Pertumbuhan membawa tanggung jawab yang semakin besar. Kebutuhan mobilitas yang terus meningkat harus kita jawab melalui peningkatan kapasitas dan keandalan layanan, penguatan sarana dan prasarana, serta keselamatan dan integrasi antarmoda," ujar Bobby dalam keterangan yang diterima, Senin (28/9/2026).
Pendapatan konsolidasi KAI pada periode yang sama mencapai sekitar Rp18 triliun. Angka itu diraih seiring pertumbuhan layanan angkutan penumpang dan barang.
Mengapa KAI Kejar Pendapatan di Luar Tiket
Bobby menyebut KAI terus mengembangkan sumber pendapatan di luar angkutan penumpang melalui optimalisasi aset, pengembangan kawasan, dan penciptaan sumber pendapatan baru. Langkah itu ditempuh agar pertumbuhan bisnis tidak bergantung pada penjualan tiket semata.
Transformasi yang dijalankan mencakup peningkatan layanan kereta api, revitalisasi stasiun, pengembangan layanan pariwisata lewat The Nusantara Explorer, serta pemanfaatan aset untuk mendukung hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik.
"Ke depan, setiap investasi dan transformasi harus semakin memperkuat KAI sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Inilah makna 'Semakin Melayani' yang kita wujudkan bersama," kata Bobby.
Target Logistik dan Visi Operator Kelas Dunia
Memasuki usia ke-81, KAI membawa visi membangun ekosistem layanan kereta api yang efisien dan berkelanjutan menuju operator kelas dunia. Layanan perkeretaapian diarahkan agar efisien, terintegrasi, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Peran angkutan kereta api dalam mendukung logistik nasional juga diperkuat. KAI menargetkan layanan transportasi dan logistik berbasis kereta api yang efisien, andal, dan terintegrasi untuk membantu menurunkan biaya logistik nasional.
EduTrain dan Rekor MURI di Whoosh
Peringatan HUT ke-81 KAI ditandai pemberian penghargaan rekor MURI kepada program EduTrain dengan peserta terbanyak menggunakan Whoosh. Program itu hasil kolaborasi KAI dan KCIC yang memperkenalkan transportasi modern kepada anak-anak panti asuhan melalui pengalaman menggunakan Kereta Cepat Whoosh.
EduTrain dilaksanakan dalam dua batch, yakni pada rangkaian HUT Kemerdekaan RI ke-81 dan HUT KAI ke-81. Peserta mengikuti perjalanan edukatif, sesi interaktif soal KAI dan transportasi publik, kelas inspiratif, pengenalan teknologi dan layanan Whoosh, serta berbagai permainan edukatif.
"Kami berharap pengalaman perjalanan ini membuka wawasan anak-anak mengenai perkembangan transportasi Indonesia sekaligus menumbuhkan semangat untuk terus belajar dan berani meraih cita-cita," ujar Bobby.
Jejak 159 Tahun dan Tonggak 28 September
Perjalanan KAI merupakan bagian dari sejarah perkeretaapian Indonesia yang telah berlangsung 159 tahun. Jalur kereta api pertama Semarang–Tanggung mulai dibangun pada 17 Juni 1864, sebelum berkembang menjadi bagian penting dalam mobilitas masyarakat, distribusi barang, dan aktivitas ekonomi antarwilayah.
Pada 28 September 1945, para pekerja kereta api Indonesia mengambil alih penguasaan perkeretaapian dari tangan penjajah. Peristiwa itu kemudian diperingati sebagai Hari Kereta Api.
"Atas nama Direksi, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh Insan KAI Group dan keluarga atas kerja keras, dedikasi, dan dukungan yang telah diberikan. Mari kita jadikan HUT ke-81 ini sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan, menjaga keselamatan, meningkatkan kinerja, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," kata Bobby.
Penutup: Dengan 258,99 juta pelanggan dan pendapatan Rp18 triliun di paruh pertama 2026, KAI berada di posisi kuat untuk mengejar target sebagai operator kelas dunia. Tantangannya kini menjaga keandalan layanan sambil membangun sumber pendapatan baru yang tidak bergantung pada angkutan penumpang.