TARAKAN — Musibah kebakaran di kawasan padat penduduk perbatasan Kelurahan Selumit Pantai dan Karang Rejo RT 16 menyisakan persoalan mendesak soal kesiapan penanganan awal di permukiman atas air. DPRD Kota Tarakan menilai warga pesisir butuh sarana pemadam sendiri karena medan sulit dijangkau armada besar.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.00 Wita itu melahap sedikitnya 8 unit bangunan berkonstruksi kayu, termasuk rumah warga dan tempat usaha. Dampaknya, 9 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal dan harus menempati penampungan sementara.
Api Cepat Membesar karena Material Kayu dan Stok Solar
Api berkobar cepat akibat material bangunan yang mudah terbakar. Keberadaan stok bahan bakar minyak jenis solar milik nelayan di salah satu bangunan turut mendorong api menjalar lebih luas.
Kondisi itu diperberat oleh air laut yang sedang surut atau air mati. Akses armada pemadam kebakaran besar ke pemukiman padat juga terbatas.
Warga Potong Pipa PDAM demi Pasokan Air
Di tengah kendala tersebut, warga setempat bergerak lebih dulu bersama petugas gabungan Satpol PP dan PMK Tarakan. Mereka turun ke area berlumpur untuk mendapatkan pasokan air.
”Saya sangat mengapresiasi keberanian dan inisiatif warga yang rela turun ke area berlumpur, bahkan memotong pipa air milik PDAM Tirta Alam demi mendapatkan pasokan air untuk memadamkan api. Aksi gotong royong ini sangat membantu mencegah api meluas lebih jauh,” ujar Barokah.
DPRD Usul APAR Berbasis Komunitas di Setiap RT Pesisir
Barokah menegaskan dukungan penuh DPRD Kota Tarakan terhadap usulan pengadaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta sarana pemadam portabel khusus untuk pemukiman di atas air. Penanganan awal di wilayah pesisir, menurutnya, butuh respons ekstra cepat sebelum api membesar dan menjalar ke bangunan kayu lain.
”Medan pesisir memiliki tantangan tersendiri, mulai dari jalan sempit hingga ketergantungan pada pasang surut air laut. Oleh karena itu, DPRD mendorong adanya alokasi APAR atau alat pemadam berbasis komunitas di setiap RT pesisir agar warga memiliki sarana penanganan pertama yang memadai,” tegasnya.
Pemkot Salurkan Bantuan bagi 9 KK Terdampak
Pascakejadian, Pemerintah Kota Tarakan bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada para korban. Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes., menyerahkan langsung bantuan dari BPBD, Dinas Sosial, dan Baznas Kota Tarakan.
Pemkot memastikan penanganan darurat dan kebutuhan dasar 9 KK terdampak terpenuhi selama berada di penampungan sementara. Bantuan tersebut diserahkan pada Sabtu (19/9/26), sehari setelah kebakaran terjadi.