Pencarian

Ketua DPRD Kaltara Achmad Djufrie Cek Titik Api Karhutla di Kilo 9-12 Tanjung Selor, Minta Anggaran APD Petugas Tak Dipangkas

Rabu, 16 September 2026 • 23:12:31 WIB
Ketua DPRD Kaltara Achmad Djufrie Cek Titik Api Karhutla di Kilo 9-12 Tanjung Selor, Minta Anggaran APD Petugas Tak Dipangkas
Ketua DPRD Kaltara Achmad Djufrie meninjau kawasan Kilo 9-12 Tanjung Selor untuk memastikan titik api karhutla telah padam.

TANJUNG SELOR — Achmad Djufrie menegaskan pihaknya turun ke lapangan untuk memastikan tidak ada lagi asap maupun titik api yang menyala di kawasan Kilo 9 sampai Kilo 12. Lahan di lokasi tersebut terlihat hangus dan tanahnya licin berlumpur setelah diguyur hujan deras pada malam sebelumnya.

Sebagian kawasan yang terbakar merupakan tanah gambut yang rawan terbakar. Titik api sempat mendekati pemukiman warga sebelum akhirnya padam berkat bantuan hujan.

Kondisi Terkini: Api Padam, Lahan Hangus Berlumpur

Berdasarkan pantauan di lapangan, api di kawasan Kilo sudah tidak ada dan tidak berasap lagi. Achmad menyebut pengecekan itu dilakukan agar petugas BPBD tidak perlu kembali turun ke lokasi yang sama.

"Saya ingin memastikan langsung bahwa api sudah tidak ada dan tidak berasap lagi. Setelah hujan deras semalam, saya cek ke lokasi untuk memastikan titik api benar-benar padam, sehingga petugas BPBD tidak perlu turun lagi ke daerah tersebut," ujar Achmad Djufrie usai peninjauan.

Titik Api Lain di Pimping dan Sekatak Masih Merayap

Selain di kawasan Kilo, Achmad mengungkapkan masih ada beberapa titik api lain di wilayah Bulungan, yakni di daerah Pimping dan Sekatak (Sajau). Skala kebakarannya relatif lebih kecil, namun api tetap merayap karena rumput dalam kondisi kering.

Cuaca panas dan angin kencang disebut berpotensi membuat kobaran api cepat merambat. Kondisi itu yang membuat kewaspadaan di sejumlah titik tetap diperlukan meski hujan sempat turun.

DPRD Minta Anggaran APD Petugas Tidak Terdampak Efisiensi

Achmad menegaskan DPRD terus memantau agar petugas lapangan mendapat perlindungan yang memadai. Ia meminta alasan efisiensi anggaran tidak mengorbankan keselamatan maupun kelengkapan fasilitas pemadaman.

"Kami di DPRD terus memantau agar petugas lapangan terkover dengan baik. Jangan sampai ada alasan efisiensi lalu upaya bantuan terhambat, padahal ini sangat dibutuhkan masyarakat," tegasnya.

Ia menyoroti pentingnya kelayakan Alat Pelindung Diri bagi petugas BPBD maupun relawan. Pemerintah dinilai perlu mengucurkan anggaran khusus untuk pemenuhan standar operasional, seperti pakaian dan sepatu tahan panas.

"Petugas harus dibekali peralatan yang sesuai standar pemadaman. Jangan sampai pakai sepatu biasa yang bisa meleleh saat memadamkan api. Itu justru membahayakan keselamatan petugas," tambahnya.

Imbauan Warga dan Desakan Penindakan Hukum

Menghadapi musim panas yang masih berlangsung, Achmad mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia juga mendesak aparat penegak hukum menindak tegas pihak yang sengaja maupun lalai hingga menyebabkan kebakaran lahan.

"Pasti ada pelakunya. Kalau ada pemilik lahan yang berani menebang tapi tidak mau menjaga lahannya hingga terbakar, aparat harus tegas. Bisa dikenakan pasal kelalaian karena dampaknya sangat merugikan masyarakat luas," pungkasnya.

Follow faktakaltara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fokusborneo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks