TANJUNG SELOR — Sekda Kabupaten Bulungan Risdianto mendorong gowes bersama teman tuli menjadi agenda rutin sebagai wujud kesetaraan dan penghapusan jarak sosial. Dorongan itu disampaikan saat ia melepas ratusan peserta gowes santai yang berlangsung di Tanjung Selor, Kalimantan Utara.
Kegiatan yang digagas Yayasan Faqih Hasan Centre bersama DPD Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Provinsi Kalimantan Utara ini diikuti pesepeda dari berbagai komunitas. Start dari Lapangan Agatis, peserta menyusuri sejumlah ruas jalan di ibu kota Kabupaten Bulungan, menikmati suasana tepian Sungai Kayan, lalu finis di Hotel Pangeran Khar.
Ruang Interaksi Tanpa Batas
Bagi Risdianto, gowes ini lebih dari sekadar olahraga. Ia melihatnya sebagai ruang perjumpaan yang memungkinkan teman tuli berinteraksi dekat dengan masyarakat luas tanpa sekat.
"Kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan gowes bersama teman tuli ini. Ini adalah bentuk ruang interaksi yang sangat baik tanpa batas," ujar Risdianto.
Menurutnya, keterlibatan penyandang disabilitas secara langsung seperti ini penting terus dikembangkan. Selain menjaga kebugaran, kegiatan bersama membantu membangun pemahaman masyarakat mengenai kesetaraan dan kesempatan yang sama bagi setiap orang.
Harapan Jadi Agenda Rutin
Risdianto berharap gowes bersama teman tuli tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Ia mendorong agar kegiatan serupa dijadikan agenda rutin dengan melibatkan lebih banyak komunitas dan masyarakat.
"Harapannya kegiatan positif seperti ini bisa rutin dilaksanakan sebagai upaya pemenuhan kesetaraan bagi semua, sehingga tidak ada jarak sosial antara teman-teman disabilitas dan masyarakat luas," katanya.
Semakin banyak ruang interaksi yang terbuka, semakin besar peluang terbangunnya hubungan sosial yang inklusif di tengah masyarakat. Gowes ini sekaligus mengingatkan bahwa ruang publik milik semua kalangan dan setiap warga berhak mendapat kesempatan sama untuk berpartisipasi.