NUNUKAN — MA Al-Ikhlas Nunukan menutup rangkaian lomba Gerak Jalan Indah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan hasil gemilang. Tim putra berhasil mempertahankan gelar juara I, sementara tim putri naik podium setelah meraih juara II pada perlombaan yang digelar Pemerintah Kabupaten Nunukan tersebut.
Keberhasilan ini bukan sekadar mengulang pencapaian tahun lalu. Sekolah membawa konsep baru dengan menonjolkan identitas budaya asli Kabupaten Nunukan, khususnya Suku Tidung, melalui kostum, aksesori, hingga atraksi di sepanjang rute perlombaan.
Target Juara I dan Persiapan Tiga Minggu
Guru Ekonomi sekaligus pembina tim, Irwansyah, mengaku sejak awal timnya sudah memasang target tertinggi. “Target kami tentunya juara satu, harapannya bisa mendapatkan juara yang sama seperti tahun sebelumnya, bahkan kalau bisa lebih baik lagi,” ujarnya, Sabtu (22/8/2026).
Target itu diwujudkan lewat latihan intensif selama kurang lebih tiga minggu. Para peserta yang mayoritas berasal dari ekstrakurikuler Paskibraka mematangkan gerakan, formasi, kekompakan, dan konsep penampilan secara keseluruhan.
Kostum Suku Tidung dan Lagu Bebilin Jadi Ciri Khas
Pembedanya dengan peserta lain terletak pada detail visual. Para peserta mengenakan sesinggal sebagai aksesori kepala dan memakai batik Lulantatibu, kain khas yang menjadi identitas Kabupaten Nunukan.
Nuansa budaya semakin kuat ketika salah satu atraksi menampilkan lagu Bebilin. Irwansyah menjelaskan, lagu ini sarat pesan leluhur yang relevan untuk generasi muda. “Melalui lagu Bebilin ini ada pesan dari nenek moyang kepada generasi muda. Kami berharap generasi muda bisa menjaga pesan yang terkandung di dalamnya, seperti saling menghormati dan bekerja sama,” jelasnya.
Agar penampilan makin atraktif, para siswa juga memanfaatkan aspal sebagai alat musik perkusi secara kreatif. Perpaduan gerak jalan, seni, dan budaya ini menjadi nilai tambah di mata juri.
Lebih dari Sekadar Lomba
Bagi MA Al-Ikhlas, ajang ini bukan hanya soal piala. Kegiatan tahunan tersebut dimanfaatkan sebagai ruang belajar bagi pelajar untuk mengenal, mencintai, sekaligus memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat luas.
Pengalaman dari perlombaan sebelumnya menjadi modal berharga. Hasil juara I dan II tahun ini membuktikan bahwa kerja keras para peserta dan pembina membuahkan hasil, sekaligus menunjukkan semangat kompetisi bisa berjalan beriringan dengan upaya melestarikan budaya lokal.