TARAKAN — BPJS Ketenagakerjaan memastikan santunan yang diterima ahli waris tidak habis untuk konsumsi semata, melainkan bisa menjadi modal usaha produktif. Lewat program PEKA, para penerima manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) di Tarakan dibekali keterampilan sesuai minat masing-masing.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Kalimantan, Faizal Rachman, mengatakan pelatihan yang diberikan bersifat fleksibel. Peserta bisa memilih jenis usaha yang ingin dikembangkan, mulai dari membuat kue, kerajinan tangan, hingga olahan pangan seperti singkong.
"Ada yang mau bikin kue, silakan. Mau kerajinan tangan, silakan. Mau bikin singkong, silakan. Punya keterampilan itu nanti dilatih," jelasnya saat meninjau stand produk UMKM dalam acara launching program PEKA di Tarakan.
Literasi Keuangan Jadi Materi Wajib Peserta PEKA
Selain keterampilan produksi, BPJS Ketenagakerjaan juga memasukkan literasi keuangan dalam kurikulum pelatihan. Faizal menilai hal ini krusial karena nilai santunan yang diterima ahli waris cukup besar dan rawan habis jika tidak dikelola dengan baik.
"Bagaimana dana yang diterima bisa digunakan secara baik, nggak terjebak kalau mau berinvestasi, tidak berinvestasi di tempat yang salah," katanya.
Ia mencontohkan, banyak penerima manfaat yang tergiur investasi ilegal hingga akhirnya kehilangan uang santunan. Karena itu, pendampingan pengelolaan dana menjadi bagian tak terpisahkan dari program ini.
Produk Peserta Akan Dibeli Langsung Kantor BPJS Tarakan
BPJS Ketenagakerjaan tidak berhenti pada tahap pelatihan. Setelah peserta menyelesaikan pendidikan keterampilan, lembaga tersebut bakal membantu pemasaran produk agar usaha yang dijalankan benar-benar berputar.
Faizal menyebut kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan Tarakan akan menjadi konsumen awal produk para peserta. Produk-produk tersebut juga akan dipajang di kantor cabang sebagai sarana promosi kepada perusahaan-perusahaan peserta BPJS Ketenagakerjaan.
"Pertama kali konsumennya nanti kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan Tarakan yang akan beli produk Bapak-Ibu," bebernya.
Kolaborasi dengan Pemkot dan OJK untuk Perluas Pasar
Program PEKA tidak dijalankan sendirian. BPJS Ketenagakerjaan menggandeng Bank Indonesia, OJK, perbankan, Rumah BUMN, serta dinas terkait seperti dinas ketenagakerjaan, dinas UMKM, dan dinas pariwisata.
"Ini nggak bisa sendiri, harus bersama sehingga sirkuler ekonominya," tegas Faizal.
Jenis usaha yang dikembangkan pun tidak diseragamkan. Di Tarakan, misalnya, ada peluang besar untuk produk lokal seperti bandeng asap dan sambal. BPJS Ketenagakerjaan juga akan membantu peserta mengurus legalitas produk, termasuk izin dan sertifikasi halal.
Setiap Klaim JKK dan JKM Otomatis Ditawari Program PEKA
Mekanisme kepesertaan PEKA bakal ditawarkan kepada setiap penerima manfaat yang mengajukan klaim, baik JKK maupun JKM. BPJS Ketenagakerjaan akan mendata minat pelatihan sebelum mengelompokkan peserta sesuai bidang yang dipilih.
"Setiap yang mengajukan klaim, baik itu klaim kecelakaan kerja maupun kematian, kita akan tanya apakah berminat untuk ikut pelatihan. Kita list dulu, setelah terkumpul berapa orang, kita akan panggil untuk melakukan pelatihan," pungkas Faizal.