TARAKAN — Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., mengapresiasi pelaksanaan program PEKA yang digagas BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, skema pemberdayaan ini menjadi jembatan bagi penerima manfaat untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi, bukan sekadar menerima santunan.
“Program seperti ini sangat baik karena penerima manfaat tidak hanya diberikan bantuan atau manfaat, tetapi juga didorong supaya bisa mandiri dan produktif,” ujar Khairul di sela-sela acara yang mengusung tema “Bangkit Merajut Kemandirian Menuju Kesejahteraan Berkelanjutan” tersebut.
Lonjakan Pelaku UMKM Jadi Modal Penguatan Ekonomi
Khairul menyebut sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peranan besar dalam menopang perekonomian Kota Tarakan. Data yang dipaparkannya menunjukkan pertumbuhan signifikan jumlah pelaku usaha yang terdaftar, dari sekitar 7.000 pada 2019 menjadi lebih dari 28.000 saat ini.
Angka itu, kata dia, membuktikan besarnya potensi ekonomi masyarakat yang perlu terus diperkuat. Namun, pertumbuhan jumlah pelaku usaha harus diiringi dengan peningkatan kapasitas pengelolaan agar tidak sekadar bertambah banyak, tetapi juga mampu bertahan dan berkembang.
Empat Pilar Penguatan: Pelatihan Hingga Akses Modal
Pemkot Tarakan tidak tinggal diam. Sejumlah langkah konkret terus didorong untuk memastikan UMKM lokal bisa naik kelas, mulai dari pelatihan manajemen usaha, peningkatan kualitas produk, hingga pemasaran digital. Akses permodalan juga menjadi perhatian utama agar pelaku usaha tidak kesulitan mengembangkan skala bisnisnya.
“UMKM ini harus kita perkuat. Bukan hanya jumlahnya yang bertambah, tetapi bagaimana mereka bisa naik kelas, produknya semakin baik, pasarnya semakin luas dan usahanya bisa bertahan,” tegasnya.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Ruang Pasar Produk Lokal
Khairul berharap kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah daerah, perbankan, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mampu memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat. Ia juga mendorong agar produk yang dihasilkan pelaku usaha lokal mendapat ruang pasar yang lebih luas.
Salah satu kuncinya adalah dukungan nyata dari pemerintah dan berbagai pihak, baik dalam memfasilitasi permodalan maupun menjadi pembeli produk lokal. “Dengan memfasilitasi permodalan dan menjadi pembeli produk lokal, kemandirian dan kesejahteraan yang berkelanjutan dapat benar-benar terwujud,” tuturnya.
Program PEKA diharapkan menjadi langkah strategis membangun masyarakat yang lebih produktif, mandiri, dan memiliki daya tahan ekonomi, sekaligus memperkuat ekosistem UMKM di Kota Tarakan.