KALIMANTAN UTARA — Kritik ini muncul di tengah periode perilisan Halo: Campaign Evolved yang kurang mulus. Meski menuai ulasan positif, game garapan Halo Studios ini dilaporkan gagal bersaing di PS5, di mana port Call of Duty: Black Ops 1 dan 2 yang dianggap minim effort mampu menjual 16 kali lebih banyak. Setelah perilisan, sejumlah posisi kontrak juga dihentikan, dan para pemain mulai mempertanyakan berbagai perubahan mekanis serta artistik yang diterapkan.
Kritik Soal Desain Forerunner dan Halo Ring
Lehto, yang tidak lagi terlibat dalam pengembangan Halo sejak 2011, menyoroti perubahan desain teknologi Forerunner—bangsa alien purba yang menciptakan cincin Halo. Menurutnya, teknologi tersebut seharusnya terbuat dari logam, bukan batu, dan menyimpan kesan kuno, luas, serta menjadi makam bagi kengerian di dalamnya.
"Teknologi Forerunner memang dari logam (bukan batu), tapi ia juga kuno, luas, hidup, dan merupakan makam bagi horor yang bersembunyi di dalamnya," tulis Lehto di media sosial. "Ia telah menyaksikan konflik selama ratusan milenium. Namun game ini menampilkannya sebagai logam mengilap yang terlihat seperti baru dibangun beberapa tahun lalu."
Halo Ring di Menu Utama: "Menyinggung" Setiap Kali Game Dibuka
Bagian yang paling ia sesalkan adalah tampilan Halo ring di menu utama. Baginya, elemen ini adalah hal paling ofensif yang dilihat pemain setiap kali menyalakan game. Lehto menegaskan bahwa Halo ring seharusnya terasa masif, gelap, misterius, sinis, namun juga penuh keajaiban.
"Cincin baru ini terlihat seperti mainan baru yang mengilap—tidak proporsional, tanpa misteri, dan sangat jelek," tegasnya. Ia juga menyoroti perubahan latar belakang di menu utama, yang menurutnya seharusnya menampilkan posisi Halo ring di tepi galaksi Bima Sakti sesuai lore, bukan sekadar pemandangan luar angkasa biasa.
Perbedaan Visi dengan Bungie di Era 2000-an
Lehto mengakui bahwa tim asli Bungie di tahun 2000 juga sempat kebingungan menentukan arah seni Forerunner. Namun, ia menilai Halo Studios "melangkah terlalu jauh ke arah yang salah." Kritik ini terasa lebih berbobot karena Lehto sebelumnya sempat antusias terhadap proyek ini sebelum peluncurannya.
Pertanyaan besarnya kini adalah apakah Halo Studios akan menanggapi masukan ini, terutama untuk proyek remake Halo 2 yang hampir dipastikan sedang digarap. Meski Lehto bukan lagi bagian dari tim, posisinya sebagai figur penting dalam sejarah franchise Halo membuat kritiknya sulit untuk diabaikan begitu saja oleh Xbox dan Halo Studios.