KALIMANTAN UTARA — Mick Gordon, sosok di balik musik ikonik Doom 2016, siap menggebrak panggung festival musik. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, deretan lagu yang ia ciptakan untuk seri Doom akan dimainkan oleh band live di hadapan penonton, lengkap dengan mesin kustom bernama "Doom Machine" yang terkenal itu.
Kabar ini diumumkan langsung oleh penyelenggara RADAR Festival melalui unggahan Instagram pada akhir Juli. Dalam pengumumannya, pihak festival menegaskan bahwa penampilan ini bukan sekadar DJ set atau tribute, melainkan eksekusi penuh dari musik yang mendefinisikan ulang standar soundtrack video game.
Debut yang Sudah Lama Dinantikan
Gordon sebenarnya sudah lama menginginkan format pertunjukan seperti ini. Sejak Doom 2016 rilis satu dekade lalu, ia mengaku sudah beberapa kali mencoba mewujudkan konser live, tetapi baru menemukan kecocokan dengan RADAR Festival.
"Sudah sejak lama saya ingin membawa apa yang saya sukai dari musik video game ke dalam setting live yang energinya setara dengan konser rock atau metal," ujar Gordon dalam wawancara dengan GameSpot. "RADAR terasa seperti festival yang paling pas untuk melakukannya. Tidak ada yang lebih baik dari ini."
Ia juga mengonfirmasi bahwa "Doom Machine", instrumen rakitan yang ia buat sendiri untuk menciptakan suara khas neraka di game, akan ikut dibawa ke atas panggung. Gordon menyebut berbagai elemen visual seperti api, layar, dan projection mapping sedang dipertimbangkan untuk membuat penampilannya spektakuler.
Mengapa Konser Ini Penting?
Doom 2016 dikenal karena pendekatan musiknya yang tidak biasa. Gordon terkenal karena merekam suara gergaji mesin asli untuk menghasilkan riff gitar yang unik dan agresif, sebuah metode yang mengantarnya ke jajaran komposer legendaris industri game.
Penampilan di RADAR 2027 ini juga menandai pertama kalinya lagu-lagu tersebut dimainkan secara penuh oleh band live. Sebelumnya, Gordon hanya pernah membawakan medley singkat di ajang The Game Awards 2016.
Bayang-bayang Konflik dengan id Software
Meski kabar ini disambut antusias, ada satu hal yang masih menggantung. Hubungan Gordon dengan tim pengembang Doom Eternal, id Software, masih renggang setelah perseteruan publik beberapa waktu lalu. Hingga berita ini ditulis, belum ada pembaruan mengenai status hubungan mereka, yang membuat hak teknis atas pertunjukan ini menjadi sedikit membingungkan.
Bagi penggemar di Indonesia yang tidak bisa hadir langsung ke Sheffield, kabar ini tetap menjadi angin segar. Setidaknya, ada harapan bahwa rekaman konser atau dokumentasi penampilan tersebut akan dirilis secara digital, mengingat besarnya basis penggemar Doom di tanah air.