Pencarian

Komisi IV DPRD Kaltara Perketat Pengawasan RSUD Jusuf SK Tarakan, Supa’ad: Efisiensi Anggaran Jangan Turunkan Mutu Layanan

Selasa, 14 Juli 2026 • 12:35:32 WIB
Komisi IV DPRD Kaltara Perketat Pengawasan RSUD Jusuf SK Tarakan, Supa’ad: Efisiensi Anggaran Jangan Turunkan Mutu Layanan
Komisi IV DPRD Kaltara melakukan evaluasi terhadap pemenuhan Standar Pelayanan Minimal dan kesiapan sarana di RSUD Dr. H. Jusuf SK Tarakan.

TARAKAN — Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara memastikan pengawasan ketat terhadap RSUD Dr. H. Jusuf SK Tarakan tidak akan kendur. Rumah sakit yang menjadi tumpuan pasien rujukan dari Tarakan, Bulungan, Nunukan, Malinau, hingga Tana Tidung itu diminta terus meningkatkan kualitas layanan di tengah tekanan efisiensi anggaran daerah.

Efisiensi Boleh, Mutu Jangan Sampai Turun

Supa’ad Hadianto menegaskan, sektor kesehatan harus tetap menjadi prioritas meski pemerintah daerah tengah melakukan penyesuaian fiskal. “Efisiensi anggaran tidak boleh berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya di hadapan jajaran manajemen rumah sakit.

Menurut politisi tersebut, RSUD Dr. H. Jusuf SK memiliki posisi strategis sebagai rumah sakit rujukan provinsi. DPRD, kata dia, akan terus mengawal pemenuhan kebutuhan rumah sakit, baik fasilitas kesehatan, tenaga medis, maupun peningkatan kualitas pelayanan secara berkelanjutan.

Apa Saja yang Dievaluasi DPRD?

Dalam rapat koordinasi, Komisi IV mengevaluasi sejumlah aspek pelayanan. Mulai dari pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan, kesiapan sarana dan prasarana, hingga ketersediaan sumber daya manusia di rumah sakit.

Evaluasi juga menyasar pelayanan rawat jalan, rawat inap, dan Instalasi Gawat Darurat (IGD). Komisi IV turut menyoroti penguatan layanan spesialistik dan subspesialistik, termasuk optimalisasi fasilitas Cath Lab untuk penanganan penyakit jantung dan saraf, Stroke Unit, serta ruang hemodialisis.

Layanan penunjang medis seperti laboratorium, radiologi, farmasi, rehabilitasi medik, bank darah, kamar bedah sentral, hingga kedokteran forensik juga masuk dalam pembahasan dengan manajemen rumah sakit.

Bukan Cari-Cari Kesalahan, Tapi Petakan Kebutuhan

Supa’ad menekankan, evaluasi yang dilakukan DPRD bukan sekadar mencari kekurangan dalam pelayanan rumah sakit. “Ini adalah upaya memetakan kebutuhan strategis yang perlu segera mendapat perhatian pemerintah daerah,” jelasnya.

DPRD, lanjut dia, akan terus mendorong pemerintah daerah agar alokasi anggaran untuk pelayanan kesehatan yang bersifat mendesak tetap terjaga. “Rumah sakit harus mampu memberikan layanan yang cepat, aman, dan berkualitas,” tegasnya.

Digitalisasi Layanan Jadi Sorotan

Komisi IV juga mendorong RSUD Dr. H. Jusuf SK memperkuat pemanfaatan teknologi informasi melalui sistem pelayanan berbasis digital. Digitalisasi dinilai penting untuk mempercepat administrasi dan mempermudah akses pelayanan bagi masyarakat.

Sementara itu, pihak rumah sakit menyatakan terus melakukan pembenahan seiring meningkatnya jumlah pasien rujukan dari berbagai kabupaten dan kota di Kaltara. RSUD juga membuka ruang pengaduan resmi bagi masyarakat sebagai bagian dari evaluasi dan peningkatan mutu pelayanan secara berkelanjutan.

Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri Anggota Komisi IV DPRD Kaltara Hj. Siti Laela, Dino Andrian, dan Rahman. Dari pihak rumah sakit hadir Plt. Direktur RSUD Dr. H. Jusuf SK bersama Dr. Ronald dan jajaran manajemen.

Bagikan
Sumber: juwata.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks