TANJUNG SELOR — Sertifikasi halal tidak lagi sekadar kewajiban regulasi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di Kalimantan Utara, pemerintah daerah menjadikannya sebagai pintu masuk untuk memperluas pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal.
Hal itu ditegaskan dalam Seminar Halal UMKM dan Pelatihan Pendampingan Proses Produk Halal (P3H) yang digelar di Aula Kantor Gubernur Kaltara. Acara ini dibuka oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltara, H. Muhammad Rosyid, yang mewakili Gubernur Kaltara.
Mengapa Sertifikasi Halal Jadi Prioritas?
Rosyid menjelaskan, industri halal saat ini tumbuh pesat baik di tingkat nasional maupun global. Produk bersertifikat halal tidak hanya menjadi kebutuhan umat Islam, tetapi telah berkembang menjadi simbol kualitas, keamanan, dan kepercayaan yang diterima masyarakat luas.
“Bagi UMKM, sertifikasi halal bukan hanya bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga investasi untuk memperkuat daya saing dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal,” ujar Rosyid dalam sambutannya.
Langkah Nyata Pemprov: Pendampingan hingga Kolaborasi
Pemprov Kaltara berkomitmen mendukung percepatan ekosistem halal melalui sejumlah strategi. Mulai dari peningkatan kapasitas pelaku usaha, perluasan akses informasi, pendampingan proses sertifikasi, hingga penguatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Pengembangan industri halal tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mendukung kesejahteraan masyarakat yang berlandaskan nilai keberkahan dan keberlanjutan,” kata Rosyid.
Pelatihan P3H: Cetak Pendamping Profesional untuk UMKM
Seminar ini juga dirangkaikan dengan Pelatihan Pendampingan Proses Produk Halal (P3H). Peserta pelatihan diharapkan mampu menjadi pendamping yang profesional dalam membantu masyarakat memperoleh sertifikat halal secara lebih mudah dan cepat.
Rosyid optimistis, sinergi antara pemerintah, lembaga halal, dunia usaha, dan masyarakat akan mendorong Kaltara menjadi salah satu daerah maju dalam pengembangan ekonomi dan industri halal. “Saya mengajak kita semua untuk terus memperkuat kerja sama dan komitmen dalam mendukung pengembangan UMKM serta percepatan sertifikasi halal di Kalimantan Utara,” pungkasnya.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Hidayatullah Kaltara. Turut hadir Ketua DPW Hidayatullah Kaltara Ust. Muh. Irsan Sulaiman dan Ketua LPH Hidayatullah Pusat M. Faisal Thamrin.