TANJUNG SELOR — Baru hitungan hari menjabat, Kadispora Kaltara Bustan langsung bergerak cepat meninjau infrastruktur olahraga di daerah. Langkah ini diambil untuk melihat kondisi nyata fasilitas pemuda dan olahraga di Provinsi Kalimantan Utara.
Saat mengunjungi Desa Ruhuirahayu, RT 10, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Bustan mendapati para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna sedang bermain sepak bola. Namun, perhatiannya langsung tertuju pada kondisi lapangan yang dinilai sangat tidak layak.
Kondisi Lapangan: Tanah Kuning, Bebatuan, dan Tanpa Jaring
Bustan mengaku terkejut saat melihat langsung fasilitas yang digunakan para pemuda setempat. Ia mencatat beberapa masalah krusial di lapangan tersebut.
“Saya tanya, tidak ada jaring. Kemudian tidak ada lumpur, separuh masih tanah kuning, malah bebatuan dan itu berbahaya sekali,” ujar Bustan kepada awak media.
Menurutnya, kondisi lapangan yang keras dan dipenuhi bebatuan sangat rentan menyebabkan cedera serius bagi para pemain, terutama saat terjadi benturan atau terjatuh. Ketiadaan jaring pengaman juga membuat bola sering keluar area permainan.
Laporan Langsung ke Gubernur Kaltara dan Respons Awal
Melihat temuan tersebut, Bustan mengaku langsung melaporkannya kepada Gubernur Kalimantan Utara agar menjadi perhatian bersama. Ia menekankan perlunya perbaikan infrastruktur dasar untuk menunjang aktivitas kepemudaan di wilayah tersebut.
Menanggapi laporan itu, Gubernur menyebutkan bahwa wilayah Tanjung Selor dan Tanjung Palas sebenarnya sudah memiliki stadion utama. Namun, hal itu dinilai belum menjangkau kebutuhan warga di tingkat desa seperti di Ruhuirahayu.
Janji Bantuan Bola Standar untuk Karang Taruna
Sebagai langkah awal, Bustan berjanji kepada ketua Karang Taruna setempat untuk segera menyalurkan bantuan berupa bola sepak yang sesuai standar. Bantuan ini diharapkan dapat mengurangi risiko cedera sementara menunggu perbaikan infrastruktur yang lebih permanen.
“Saya berjanji kepada ketua Karang Taruna untuk segera menyalurkan bantuan bola sepak yang standar,” kata Bustan.
Inspeksi mendadak ini menjadi sinyal bahwa pemerintah provinsi mulai serius membenahi fasilitas olahraga di daerah, terutama di tingkat desa yang kerap terabaikan. Ke depan, Bustan berencana melanjutkan pemantauan ke wilayah lain di Kalimantan Utara untuk memastikan kondisi serupa tidak terulang.