KALIMANTAN UTARA — Gedung dua lantai seluas 1.098 meter persegi itu akan berdiri di Sub Wilayah Perencanaan Permukiman Barat 1A, KIPP Nusantara. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyebut lokasi proyek dipilih secara strategis untuk memperkuat kolaborasi teknologi kota cerdas kedua negara.
Fasilitas Laboratorium AI dan Robotika Jadi Andalan
Dari total nilai hibah, komponen pembangunan fisik gedung mencapai 5,5 miliar KRW atau sekitar Rp64,41 miliar. Lantai pertama akan difungsikan sebagai control room dan ruang pertemuan, sedangkan lantai kedua disiapkan untuk area pameran serta laboratorium kecerdasan buatan (AI) dan robotika.
Area luar bangunan juga akan dimanfaatkan untuk urban farming sebagai bagian dari demonstrasi teknologi kota cerdas. "Di lokasi ini nantinya sangat strategis dan semoga dengan ini kita akan terus melanjutkan kerja sama ke depan," ujar Basuki dalam sambutannya.
Bukan Sekadar Gedung, Ada Transfer Pengetahuan dan Masterplan
Hibah SCCC tidak terbatas pada pembangunan fisik. Otorita IKN menyebut paket kerja sama ini juga mencakup penyusunan Smart City Masterplan dan Smart Building Protocol oleh Lembaga Teknologi Teknik Sipil dan Bangunan Korea (KICT). Selain itu, University of Seoul akan menjalankan program Nusantara Smart City Forum dan peningkatan kapasitas (Capacity Building Program) untuk mendukung transfer pengetahuan serta penguatan jejaring akademik Indonesia–Korea.
Delegasi Korea Selatan yang hadir dalam seremoni groundbreaking terdiri dari Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea (MoLIT), Asosiasi Kontraktor Internasional Korea (ICAK), CJ OliveNetworks/CJ Consortium, serta Site Planning.
Korea Selatan Targetkan Nusantara Setara Sejong
Direktur MoLIT, Choi Jung-won, menyampaikan harapannya agar SCCC menjadi ruang kerja sama jangka panjang. Ia mencontohkan Kota Sejong di Korea Selatan—kota baru yang dibangun dengan konsep smart city—sebagai inspirasi bagi pengembangan Nusantara.
"Seperti halnya di Korea yang membangun kota baru Sejong sebagai kota pintar, Nusantara dapat memiliki kesempatan yang sama melalui kolaborasi teknologi smart city yang kita miliki," kata Choi. Ia menambahkan, proyek ini diharapkan menjadi momentum bagi perkembangan kerja sama bilateral ke depan.
Otorita IKN menargetkan SCCC berfungsi sebagai pusat kolaborasi kota cerdas Indonesia–Korea, laboratorium digital dan lingkungan, ruang demonstrasi solusi kota cerdas, serta wadah pengembangan ekosistem teknologi—termasuk bagi institusi pendidikan di kawasan delineasi IKN. Proses konstruksi dijadwalkan berlangsung selama sepuluh bulan.