MALINAU — Biaya membangun rumah atau infrastruktur di Kabupaten Malinau tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi IKK Provinsi dan Kabupaten/Kota 2025 menunjukkan indeks kemahalan konstruksi daerah itu berada di angka 101,8 poin.
Angka itu turun 2,03 poin dari posisi tahun sebelumnya. Dalam lima tahun terakhir, IKK Malinau bahkan sudah menyusut 2,26 poin. Semakin rendah indeks, semakin murah harga konstruksi di daerah tersebut relatif terhadap kota acuan, yaitu Surabaya.
Di Mana Posisi Malinau Dibanding Daerah Lain?
Dari lima kabupaten/kota di Kalimantan Utara, Malinau justru mencatat IKK paling rendah. Berikut perbandingannya:
- Kabupaten Malinau: 101,8 poin
- Kabupaten Tana Tidung: 102,98 poin
- Kabupaten Nunukan: 106,27 poin
- Kabupaten Bulungan: 107,44 poin
- Kota Tarakan: 110,54 poin
Kota Tarakan menjadi daerah dengan biaya konstruksi termahal di provinsi itu. Indeksnya mencapai 110,54 poin, atau nyaris 11 persen lebih mahal dari Surabaya.
Apa Arti Angka IKK 101,8 Bagi Warga Malinau?
IKK adalah indeks harga yang membandingkan biaya konstruksi suatu daerah terhadap Kota Surabaya sebagai acuan. Dengan nilai 101,8, artinya harga membangun di Malinau setara 1,018 kali lipat harga di Surabaya. Secara sederhana, jika sebuah proyek di Surabaya menghabiskan Rp 1 miliar, proyek serupa di Malinau butuh sekitar Rp 1,018 miliar.
Penurunan IKK dalam dua tahun terakhir bisa menjadi sinyal positif bagi proyek-proyek pemerintah daerah maupun swasta. Biaya material, upah tenaga, dan sewa alat berat di Malinau relatif lebih terkendali dibanding daerah tetangga seperti Nunukan atau Bulungan.
Data ini menjadi acuan penting bagi kontraktor, konsultan perencana, dan dinas terkait saat menyusun anggaran proyek fisik di wilayah perbatasan tersebut.