TANJUNG SELOR — Pergerakan harga sembilan bahan pokok di Kalimantan Utara menunjukkan tren yang timpang pada awal Juni 2026. Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) yang dipantau melalui dashboard Bank Indonesia melaporkan, sebanyak 16 komoditas mengalami penurunan harga harian, sementara 15 komoditas lainnya justru naik.
Beras Turun Tipis, Cabai Rawit Merah Melesat
Harga beras kualitas super I yang menjadi acuan konsumen menengah tercatat Rp17.750 per kilogram, turun 2,2 persen dibandingkan 30 hari lalu yang masih bertengger di Rp18.150. Dalam sepekan terakhir, harga komoditas ini relatif stabil. Beras kualitas medium I juga ikut turun 2,57 persen menjadi Rp17.050 per kilogram.
Kondisi sebaliknya terjadi pada kelompok cabai. Cabai rawit merah melonjak 50,79 persen dalam sebulan, dari Rp78.750 menjadi Rp118.750 per kilogram. Cabai merah keriting juga naik 32 persen ke angka Rp82.500. Lonjakan ini lazim terjadi saat musim pancaroba yang mempengaruhi hasil panen petani di daerah sentra.
Daging Sapi dan Telur Ayam Justru Turun Signifikan
Di sisi lain, harga daging sapi kualitas 2 turun drastis 12,23 persen menjadi Rp131.650 per kilogram. Daging sapi kualitas 1 juga turun 9,67 persen ke Rp154.150. Harga telur ayam ras segar tercatat Rp29.850 per kilogram, turun 7,73 persen dari sebulan lalu.
Penurunan harga daging sapi ini bisa menjadi kabar baik bagi warga Kalimantan Utara menjelang akhir pekan. Sementara itu, minyak goreng curah justru naik 6,6 persen menjadi Rp21.000 per kilogram, menambah daftar komoditas yang masih menekan daya beli masyarakat.
16 Komoditas Lain Ikut Terkoreksi
Data PIHPS per 8 Juni 2026 pukul 11.44 WIB juga mencatat penurunan harga pada gula pasir kualitas premium yang turun 3,23 persen menjadi Rp19.500 per kilogram. Minyak goreng kemasan bermerk 1 turun tipis 0,42 persen ke Rp23.900. Bawang merah ukuran sedang justru naik 4,5 persen menjadi Rp54.600, sementara bawang putih naik 2,2 persen ke Rp41.900.
Secara tren satu tahun terakhir, harga beras kualitas super I di Kalimantan Utara bergerak relatif datar. Namun volatilitas harga cabai dan bawang tetap menjadi perhatian utama pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas inflasi pangan di wilayah perbatasan ini.