Pencarian

Wagub Kaltara Ingkong Ala Ajak Warga Amalkan Pancasila dan Mulai Pilah Sampah dari Rumah

Senin, 08 Juni 2026 • 20:37:32 WIB
Wagub Kaltara Ingkong Ala Ajak Warga Amalkan Pancasila dan Mulai Pilah Sampah dari Rumah
Wagub Kaltara Ingkong Ala mengajak warga memulai pemilahan sampah dari rumah sebagai upaya menjaga lingkungan.

TANJUNG SELOR — Wakil Gubernur Kalimantan Utara Ingkong Ala mendorong warga untuk memulai gerakan pemilahan sampah dari rumah tangga sebagai langkah konkret menjaga lingkungan. Langkah sederhana ini disebutnya berdampak besar dalam mengurangi persoalan sampah di daerah.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah dari rumah tangga demi mewujudkan Indonesia yang lebih asri,” kata Ingkong di hadapan peserta upacara, Senin (8/6).

Pancasila sebagai Fondasi di Tengah Krisis Global

Dalam amanatnya, Ingkong membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi. Ia menegaskan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi fondasi kokoh menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan zaman.

“Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perkembangan teknologi hingga dinamika geopolitik dunia,” ujar Ingkong.

Upacara mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Ingkong menyebut nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila menjadi instrumen penting untuk membangun dialog serta menjembatani perbedaan.

Generasi Muda Diminta Hidupkan Pancasila dalam Aksi Nyata

Ingkong secara khusus menyapa generasi muda yang hadir. Ia meminta mereka tidak menjadikan Pancasila sekadar tulisan di buku atau hiasan di dinding.

“Jadikan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Pesan ini disampaikan di tengah kekhawatiran akan tergerusnya nilai-nilai kebangsaan di kalangan anak muda akibat derasnya arus informasi global.

Triple Planetary Crisis: Tiga Ancaman Lingkungan yang Harus Dihadapi

Pada kesempatan yang sama, Wagub Ingkong mengingatkan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi triple planetary crisis. Tiga krisis tersebut meliputi perubahan iklim, degradasi keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan.

“Indonesia menegaskan komitmen terhadap Paris Agreement untuk menjaga kenaikan suhu global tetap berada sedekat mungkin pada batas 1,5 derajat celcius,” tegas Ingkong.

Menurutnya, isu lingkungan menjadi tantangan serius yang harus dihadapi bersama demi keberlangsungan generasi mendatang. Langkah kecil seperti memilah sampah dari rumah tangga dinilai sebagai kontribusi nyata yang bisa dilakukan setiap warga.

Bagikan
Sumber: jnews.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks