BULUNGAN — Ratusan pedagang kecil di tepi Sungai Kayan, Bulungan, Kalimantan Utara, kini tidak perlu lagi memikirkan biaya retribusi harian. Kebijakan terbaru Pemkab Bulungan membebaskan 300 UMKM dari kewajiban tersebut, memberikan ruang napas bagi mereka yang selama ini mengeluhkan tingginya biaya sewa tempat dan pungutan lain.
Kebijakan ini diumumkan bersamaan dengan rencana pembangunan Rumah UMKM di kawasan Kebun Raya Bundayati. Fasilitas anyar itu disiapkan sebagai pusat promosi dan penjualan produk lokal yang lebih representatif dibandingkan lapak-lapak darurat di bantaran sungai.
Rumah UMKM di Kebun Raya Bundayati: Pusat Promosi Produk Lokal
Pemkab Bulungan menargetkan Rumah UMKM di Kebun Raya Bundayati bisa beroperasi dalam waktu dekat. Tempat ini dirancang tidak sekadar sebagai lokasi jualan, tetapi juga etalase bagi aneka kerajinan dan kuliner khas Bulungan yang selama ini kurang terekspos.
“Kami ingin UMKM naik kelas. Bukan hanya bebas retribusi, tapi juga punya tempat yang layak untuk berjualan dan mempromosikan produk mereka,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UKM Bulungan dalam keterangan resmi.
Beban Berkurang, Omzet Diharapkan Naik
Selama ini, pedagang di tepi Sungai Kayan mengaku terbebani biaya retribusi yang mencapai puluhan ribu rupiah per hari. Dengan adanya pembebasan ini, mereka bisa mengalokasikan dana tersebut untuk modal usaha atau menambah stok barang.
Salah seorang pedagang menyambut baik kebijakan tersebut. Ia berharap pembebasan retribusi tidak hanya bersifat sementara, tetapi menjadi program permanen yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pelaku UMKM kecil.
Langkah Konkret atau Sekadar Janji?
Meski kebijakan ini disambut positif, sejumlah pedagang masih menanti realisasi pembangunan Rumah UMKM di Kebun Raya Bundayati. Mereka khawatir proyek tersebut molor atau tidak sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Pemkab Bulungan sendiri belum merinci jadwal pasti pembangunan dan anggaran yang dialokasikan untuk Rumah UMKM tersebut. Yang jelas, kawasan Kebun Raya Bundayati dipilih karena dinilai strategis, dekat dengan pusat kota dan sering dikunjungi wisatawan.
Ke depan, Pemkab juga berencana mengintegrasikan Rumah UMKM dengan program digitalisasi agar produk-produk lokal Bulungan bisa dipasarkan secara daring. Ini menjadi pekerjaan rumah berikutnya setelah persoalan retribusi dan tempat berjualan rampung.