Pencarian

Sekprov Kaltara Denny Harianto Minta ASN Jujur Isi Data Sensus Ekonomi 2026, 12 Kali WTP Jadi Pengingat Tata Kelola

Senin, 15 Juni 2026 • 14:46:01 WIB
Sekprov Kaltara Denny Harianto Minta ASN Jujur Isi Data Sensus Ekonomi 2026, 12 Kali WTP Jadi Pengingat Tata Kelola
Sekprov Kaltara Denny Harianto mengingatkan ASN untuk jujur mengisi data Sensus Ekonomi 2026.

TANJUNG SELOR — Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Utara Denny Harianto memanfaatkan apel pagi gabungan di Lapangan Agathis, Senin (15/4), untuk mengingatkan ribuan ASN tentang dua agenda strategis sekaligus: suksesnya sensus ekonomi dan kelanjutan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Denny menyebut Sensus Ekonomi 2026 yang baru dimulai membutuhkan partisipasi aktif dari birokrasi. “Apabila diminta memberikan data, berikan data dengan jujur dan benar karena data tersebut sangat bermanfaat bagi Kalimantan Utara dalam pengambilan keputusan dan kebijakan ke depan,” ujarnya di hadapan para peserta apel.

12 Kali WTP: Prestasi Sekaligus Kewajiban

Di luar soal sensus, Denny juga menyoroti capaian akuntabilitas keuangan daerah. Pemprov Kaltara baru saja mengantongi opini WTP ke-12 secara berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan.

“Ini bukan sekadar prestasi, tetapi kewajiban kita semua untuk menjaga komitmen dan memperkuat tata kelola keuangan daerah,” tegas Denny. Ia mengingatkan bahwa opini tersebut harus dipertahankan dengan disiplin administrasi yang ketat.

PPK yang Pindah Instansi Tetap Wajib Selesaikan Penilaian

Denny juga menyoroti masalah teknis yang kerap terabaikan: kewajiban penilaian terhadap penyedia barang dan jasa. Ia meminta perangkat daerah memastikan evaluasi tetap berjalan meskipun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang bersangkutan sudah bertugas di instansi lain.

“Apabila sistem yang tersedia telah ditutup, penilaian tetap harus dilaksanakan dan disampaikan secara manual,” ujarnya. Arahan ini sekaligus menjadi pengingat agar rotasi pegawai tidak mengganggu rantai akuntabilitas proyek.

Waktu Lebih Berharga dari Uang

Menutup arahannya, Denny menyelipkan pesan reflektif kepada para ASN. “Waktu adalah uang, tetapi uang bukan waktu. Kita bisa menghitung sisa uang yang kita miliki, tetapi tidak bisa menghitung sisa waktu yang kita punya,” katanya.

Ia mengajak seluruh jajaran memanfaatkan momentum awal pekan untuk mengorientasikan kerja pada pelayanan publik. “Mari terus niatkan melakukan hal-hal baik dan bermanfaat bagi banyak orang,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: benuanta.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks