Pencarian

Warga Binaan Lapas Nunukan Ciptakan Motif Batik Lulantatibu, Targetkan Hak Paten Sebagai Produk Unggulan

Rabu, 13 Mei 2026 • 15:30:02 WIB
Warga Binaan Lapas Nunukan Ciptakan Motif Batik Lulantatibu, Targetkan Hak Paten Sebagai Produk Unggulan
Warga binaan Lapas Nunukan membatik motif khas Lulantatibu hasil riset budaya Kalimantan Utara.

NUNUKAN — Sebanyak puluhan warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIB Nunukan kini tekun membatik setiap hari. Mereka tidak sekadar mengisi waktu, melainkan menciptakan motif batik khas daerah yang diberi nama "Lulantatibu", hasil riset budaya dari suku-suku asli Kalimantan Utara.

Motif Lulantatibu: Kolaborasi Budaya dan Identitas Lapas

Kepala Lapas Nunukan, Donny Setiawan, mengungkapkan bahwa motif batik ini merupakan perpaduan antara unsur adat Kabupaten Nunukan dengan ciri khas institusi pemasyarakatan. "Kami cukup bangga karena hasil batik karya warga binaan sudah berhasil dan pernah digunakan pimpinan tinggi Ditjenpas serta jajaran lainnya," ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Proses penciptaan motif dilakukan dengan menelusuri sejarah dan budaya setempat. Tim pembinaan menggali elemen visual dari suku-suku asli yang mendiami wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia itu.

Life Skill untuk Warga Binaan: Dari Sel ke Galeri

Program membatik ini dirancang sebagai sarana edukasi sekaligus bekal keterampilan hidup. Donny menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kreativitas mereka.

"Kegiatan membatik ini menjadi kesempatan luar biasa bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan hidup atau life skill," katanya.

Produk batik yang dihasilkan tidak hanya dipajang di lingkungan lapas. Beberapa kain batik karya WBP Nunukan tercatat sudah digunakan oleh pejabat tinggi di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Target Paten: Menuju Produk Unggulan Kementerian

Lapas Nunukan saat ini menargetkan motif Lulantatibu dapat dipatenkan sebagai identitas budaya resmi. Rencananya, batik ini akan diusulkan menjadi produk unggulan di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Langkah paten ini dinilai penting untuk melindungi kekayaan intelektual warga binaan sekaligus membuka peluang komersialisasi. Jika terealisasi, motif batik khas Nunukan bisa diproduksi massal dan dipasarkan secara lebih luas.

Selain sebagai bagian pembinaan, program membatik juga diharapkan mampu melestarikan budaya daerah. Keterampilan ini menjadi bekal berharga bagi warga binaan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Bagikan
Sumber: narasipositif.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks