TARAKAN — Jajaran kepolisian di Kota Tarakan mulai menggarap lahan pertanian produktif sebagai langkah nyata mendukung program swasembada pangan nasional. Personel Satpolairud Polres Tarakan dan Polsek Tarakan Timur turun langsung ke ladang untuk melakukan penanaman bibit jagung pipil Kuartal II Tahun 2026 di Kecamatan Tarakan Tengah.
Kegiatan yang dipusatkan di Jalan Mangkudulis, Kampung Satu Skip ini dimulai sejak pukul 08.00 Wita. Polisi menggandeng Kelompok Tani Kampung Satu untuk memastikan proses penanaman dilakukan secara tepat agar hasil produksi maksimal bagi kebutuhan masyarakat setempat.
Target Panen Agustus 2026 di Lahan Kampung Satu Skip
Penanaman jagung pipil ini diproyeksikan tidak memakan waktu lama hingga masa petik. Berdasarkan estimasi teknis di lapangan, hasil panen jagung di lahan tersebut diperkirakan sudah bisa dinikmati masyarakat pada awal Agustus 2026 mendatang.
Kasatpolairud Polres Tarakan, IPTU Prabowo Eka Prasetyo, S.H., M.H., menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap agenda ketahanan pangan pemerintah pusat yang diturunkan ke level daerah. Pihaknya ingin memastikan ketersediaan pangan di Tarakan tetap terjaga melalui pemberdayaan lahan yang ada.
“Kami berharap hasil panen nantinya dapat membantu meningkatkan ketersediaan pangan sekaligus memberi dampak positif bagi perekonomian warga. Ini juga menjadi bentuk nyata sinergi Polri bersama masyarakat,” kata IPTU Prabowo Eka Prasetyo.
Bagaimana Sinergi Polisi dan Petani di Tarakan Tengah?
Kapolsek Tarakan Timur, AKP Jamzani, S.H., menekankan bahwa keterlibatan aparat kepolisian bukan sekadar seremonial, melainkan upaya membangun motivasi bagi para petani lokal. Menurutnya, stabilitas pangan daerah adalah tanggung jawab lintas sektor, termasuk kepolisian.
“Melalui kegiatan ini kami ingin membangun kebersamaan dengan masyarakat dan kelompok tani. Ketahanan pangan menjadi tanggung jawab bersama, sehingga Polri hadir untuk mendukung dan memberikan motivasi kepada para petani,” ujar AKP Jamzani.
Pantauan di lokasi menunjukkan personel kepolisian dan warga bekerja sama menyiapkan lahan hingga memasukkan bibit ke lubang tanam di bawah cuaca cerah. Selain pimpinan satuan, hadir pula Kanit Gakum Satpolairud IPDA Yoyon Iscahyono beserta belasan personel dari kedua unit kepolisian tersebut.
Kegiatan yang berlangsung kondusif ini diharapkan menjadi pemantik bagi kelompok tani lain di Tarakan untuk terus meningkatkan produktivitas lahan mereka. Fokus pada jagung pipil dipilih karena komoditas ini memiliki nilai ekonomi yang stabil dan masa tanam yang relatif terukur untuk mendukung kebutuhan pangan daerah.