NUNUKAN — Kabupaten Nunukan berhasil menekan laju inflasi tahunan (year-on-year) hingga ke level 2,05 persen pada April 2026. Angka ini menempatkan wilayah perbatasan tersebut sebagai daerah dengan kenaikan harga paling terkendali di seluruh Provinsi Kalimantan Utara.
Berdasarkan Berita Resmi Statistik yang dirilis pada 4 Mei 2026, Indeks Harga Konsumen (IHK) Nunukan berada di posisi 111,13. Jika menilik data historis tahun ini, performa ekonomi daerah tersebut menunjukkan grafik perbaikan yang tajam dibandingkan fluktuasi pada kuartal pertama.
Normalisasi Harga Setelah Lonjakan di Awal Tahun
Kepala BPS Kabupaten Nunukan, Iskandar, menjelaskan bahwa kondisi saat ini menunjukkan adanya normalisasi harga yang cukup baik. Penurunan ini sangat terasa jika dibandingkan dengan tekanan inflasi yang terjadi beberapa bulan sebelumnya.
“Kita melihat adanya normalisasi harga yang cukup baik. Jika pada Februari 2026 inflasi kita sempat menyentuh angka 4,22 persen, kini di April kita berhasil menekan hingga ke level 2,05 persen,” sebut Iskandar dalam keterangan resminya.
Stabilitas ini semakin dipertegas oleh angka inflasi bulanan (month-to-month) yang tercatat sangat tipis, yakni hanya 0,04 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa pergerakan harga kebutuhan pokok dari Maret ke April 2026 nyaris tidak mengalami gejolak berarti.
Kelompok Makanan dan Jasa Masih Jadi Penyumbang Inflasi
Meski secara umum terkendali, BPS memberikan catatan khusus pada beberapa sektor yang masih memberikan andil terhadap kenaikan IHK. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau tetap menjadi faktor utama penggerak inflasi di Nunukan.
“Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau masih menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,60 persen,” tambah Iskandar.
Selain komoditas pangan, sektor penyediaan makanan dan minuman atau restoran serta sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya juga ikut berkontribusi. Kedua sektor tersebut masing-masing menyumbangkan andil sebesar 0,48 persen terhadap angka inflasi daerah.
Nunukan Ungguli Tarakan dan Tanjung Selor
Posisi Nunukan sebagai daerah dengan inflasi terendah ini cukup kontras jika dibandingkan dengan dua wilayah pantauan lainnya di Kalimantan Utara. Kota Tarakan tercatat mengalami inflasi sebesar 2,90 persen pada periode yang sama.
Sementara itu, Tanjung Selor mencatatkan angka inflasi tertinggi di provinsi ini dengan raihan 3,10 persen. Dengan inflasi tahun kalender (year-to-date) yang terjaga di level 1,64 persen, otoritas statistik optimistis stabilitas harga di Nunukan akan terus bertahan.
Iskandar meyakini bahwa koordinasi intensif antarinstansi dalam mengawal ketersediaan dan harga kebutuhan pokok menjadi kunci keberhasilan ini. Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat pengawasan distribusi barang untuk menjaga daya beli masyarakat hingga akhir tahun.