TANJUNG SELOR — Risiko memasuknya penyakit hewan menular dan organisme pengganggu tumbuhan melalui garis perbatasan mendorong legislatif Kaltara mengintensifkan koordinasi dengan aparatur karantina. Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Utara memandang pengawasan komoditas pertanian, perikanan, dan peternakan sebagai tugas strategis yang tidak bisa ditunda, mengingat posisi geografis daerah yang langsung berbatasan dengan Malaysia.
Kunjungan Kerja dan Komitmen Bersama
Anggota Komisi II DPRD Kaltara, H. Rakhmat Sewa, SE, memimpin rombongan yang terdiri dari Maslan Abdul Latif dan Agus Salim untuk mengunjungi Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Kaltara. Kunjungan kerja ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah konkret untuk memetakan tantangan operasional dan merumuskan dukungan legislatif yang tepat sasaran.
Dalam pertemuan tersebut, Rakhmat Sewa menekankan peran krusial Balai Karantina dalam menjaga ketahanan pangan dan keamanan hayati regional. "Komisi II DPRD Kaltara memberikan perhatian serius terhadap pengawasan komoditas pertanian, perikanan, dan peternakan. Mengingat Kalimantan Utara merupakan daerah perbatasan, maka pengawasan karantina harus diperkuat demi menjaga ketahanan pangan dan keamanan hayati daerah," ujarnya.
Tantangan Sarana, SDM, dan Penegakan Pintu Perbatasan
Diskusi yang berlangsung mengungkap beban operasional yang dihadapi Balai Karantina. Keterbatasan sarana dan prasarana, tekanan pengawasan di pintu masuk perbatasan, serta kebutuhan peningkatan sumber daya manusia menjadi hambatan dalam mencapai standar pengawasan yang optimal.
Pihak Balai Karantina menjabarkan program kerja yang telah dijalankan, mulai dari pengawasan terhadap lalu lintas komoditas pertanian dan perikanan, hingga langkah pencegahan masuknya penyakit hewan menular dan organisme pengganggu tumbuhan. Kedua pihak sepakat bahwa sinergi antar lembaga adalah kunci untuk mendukung kebijakan pengawasan dan perlindungan sumber daya hayati di Kaltara.
Dukungan DPRD untuk Program Strategis Sektor Pertanian
Rakhmat Sewa mereafirmasi komitmen Komisi II DPRD Kaltara untuk terus mendukung inisiatif yang berkaitan dengan pertanian, peternakan, dan perikanan. "Sinergi antar lembaga sangat diperlukan agar pengawasan dan pelayanan karantina dapat berjalan maksimal, terutama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan menjaga kualitas komoditas unggulan Kalimantan Utara," katanya.
Hasil kunjungan kerja ini diharapkan menjadi landasan bagi penyusunan kebijakan atau alokasi anggaran di tingkat legislatif yang mendukung peningkatan kapasitas Balai Karantina, baik dari aspek teknologi pemeriksaan, pelatihan SDM, maupun infrastruktur di pos-pos perbatasan yang strategis.