BULUNGAN — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali muncul di bahu Jalan Poros Tanjung Selor KM 4, Kabupaten Bulungan, Selasa (05/05). Insiden yang terjadi di jalur lintas kabupaten yang padat ini memaksa petugas bekerja ekstra guna mencegah api merambat ke area pemukiman warga di sekitarnya.
Titik api mulai terdeteksi oleh petugas pada pukul 13.10 WITA. Merespons kondisi tersebut, Direktorat Samapta dan Satuan Brimob (Satbrimob) Polda Kalimantan Utara langsung menerjunkan 30 personel gabungan ke titik koordinat kebakaran. Operasi pemadaman ini dipimpin langsung oleh Direktur Samapta Polda Kaltara, Kombes Pol. Andreas Deddy Wijaya.
Sistem Buka-Tutup Jalur Diberlakukan di Lokasi Kebakaran
Mengingat posisi kebakaran berada tepat di pinggir jalan poros, petugas di lapangan tidak hanya fokus pada pemadaman. Personel Direktorat Samapta juga melakukan pengaturan arus lalu lintas (Gatur) untuk mengantisipasi kemacetan dan kecelakaan bagi pengguna jalan.
Sistem buka-tutup jalur sempat diberlakukan selama proses pemadaman berlangsung. Langkah ini diambil guna menjamin keselamatan pengendara yang melintas, sekaligus memberikan ruang gerak yang cukup bagi mobilitas armada taktis pemadam kebakaran di lokasi kejadian.
Polisi memastikan bahwa dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa. Selain itu, api berhasil dilokalisir sehingga tidak menimbulkan kerugian material pada bangunan atau properti milik warga yang berada di sekitar kawasan KM 4.
Pengerahan Water Cannon dan Pembuatan Sekat Bakar
Dalam upaya pengendalian api, Polda Kaltara mengerahkan kekuatan armada taktis berupa satu unit Rantis Karhutla dan dua unit Armoured Water Cannon (AWC). Penggunaan kendaraan taktis ini dinilai efektif untuk menjangkau titik api yang cukup besar di pinggir jalan.
Kombes Pol. Andreas Deddy Wijaya menjelaskan bahwa penggunaan water cannon dan pompa portabel menjadi instrumen kunci dalam memutus rantai api secara cepat di lapangan.
"Kami fokus pada pemadaman aktif dan pembuatan sekat bakar untuk memastikan api tidak merambat ke area pemukiman," jelas Andreas.
Setelah situasi dinyatakan terkendali sepenuhnya, pihak Polda Kaltara kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta segera melaporkan kepada pihak berwajib jika melihat adanya aktivitas pembakaran lahan atau munculnya kepulan asap guna mencegah terjadinya bencana Karhutla yang lebih luas di wilayah Kalimantan Utara.