Pencarian

Brimob Polda Kaltara Jinakkan Karhutla di Jelaral Hulu Bulungan

Selasa, 05 Mei 2026 • 11:59:02 WIB
Brimob Polda Kaltara Jinakkan Karhutla di Jelaral Hulu Bulungan
Tim Brimob Polda Kaltara melakukan pemadaman karhutla di Jelaral Hulu Bulungan.

BULUNGAN — Tim respons cepat dari Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kalimantan Utara bergerak ke lokasi kebakaran segera setelah titik api terdeteksi di wilayah Jelaral Hulu. Langkah ini diambil untuk memutus rantai penyebaran api yang mengancam kawasan hutan di Kabupaten Bulungan.

Operasi pemadaman tersebut dipimpin langsung oleh IPDA Diamon dengan mengerahkan 15 personel. Petugas di lapangan fokus melakukan penyekatan agar area yang terbakar tidak meluas ke lahan produktif milik warga di sekitar Jalan Jelaral.

Antisipasi Bara Tersembunyi Lewat Proses Pendinginan Lahan

Setelah api utama berhasil dikendalikan, personel Brimob tidak langsung meninggalkan lokasi. Petugas melakukan proses pendinginan (cooling down) pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap untuk memastikan tidak ada bara api di bawah permukaan tanah.

”Kami bergerak cepat melakukan pemadaman serta pendinginan di titik-titik api yang masih berasap. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada bara tersembunyi yang berpotensi memicu api kembali menyala,” ujar IPDA Diamon di sela-sela evakuasi.

Kondisi tanah yang kering dan vegetasi yang mudah terbakar menjadi tantangan utama tim di lapangan. Tanpa pendinginan intensif, embusan angin kencang dapat dengan mudah menyalakan kembali sisa pembakaran yang belum sepenuhnya padam.

Mitigasi Ancaman Karhutla Musiman di Kalimantan Utara

Kehadiran personel Brimob di lokasi kebakaran juga bertujuan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang bermukim di sekitar Jelaral Hulu. Aksi ini menjadi bagian dari komitmen mitigasi bencana karhutla yang kerap menjadi ancaman musiman di wilayah Kalimantan.

Hingga Minggu sore, situasi di lokasi dilaporkan telah terkendali dan api tidak lagi merembet. Meski demikian, tim di lapangan tetap melakukan pemantauan intensif terhadap perubahan cuaca dan potensi munculnya titik panas baru.

Pihak kepolisian mengimbau warga untuk tetap waspada dan menghindari aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar. Cuaca panas ekstrem yang terjadi belakangan ini meningkatkan risiko kebakaran hutan yang sulit dikendalikan jika tidak dideteksi sejak dini.

Bagikan
Sumber: benuanta.co.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks