KALIMANTAN UTARA — Corporate Secretary WIKA Ngatemin mengungkapkan, pengerjaan proyek saat ini berjalan paralel di berbagai segmen. Pekerjaan yang tengah berlangsung meliputi pemasangan geotekstil, penimbunan tanah, pembangunan struktur Multi Utility Tunnel (MUT), box culvert, jembatan, rigid pavement, hingga saluran drainase.
Untuk mengejar target, WIKA menerapkan sejumlah inovasi teknologi. Di antaranya pemanfaatan Total Station Robotik dan Drone Photogrammetry guna mempercepat akuisisi data konstruksi dengan tingkat presisi tinggi.
Pada pekerjaan struktur, perusahaan menggunakan metode Sliding Formwork untuk MUT guna meningkatkan efisiensi. Sistem Cooling Pipe diterapkan pada pengecoran pile cap mass concrete untuk mengendalikan temperatur beton dan mengurangi risiko retak termal.
“WIKA terus memastikan pelaksanaan pembangunan Jalan Kawasan Kompleks Yudikatif berjalan sesuai target melalui penguatan koordinasi, penerapan metode kerja yang efektif, serta pengendalian mutu dan biaya secara berkelanjutan,” ujar Ngatemin dalam keterangan resmi, Sabtu (30/5/2026).
Di balik progres positif itu, WIKA menghadapi tantangan berupa meningkatnya harga material konstruksi. Kenaikan ini dipengaruhi oleh kondisi geopolitik global yang berdampak pada biaya material utama, logistik, dan jasa subkontraktor.
Untuk mengantisipasi tekanan biaya, perseroan melakukan optimalisasi perencanaan dan pengendalian biaya secara ketat. Teknologi Load Scanner juga diimplementasikan untuk memantau volume material masuk dan keluar secara digital, mendukung akurasi pengukuran dan transparansi data di lapangan.
Pembangunan jalan ini diharapkan menjadi urat nadi yang menghubungkan kawasan-kawasan vital di lingkungan Yudikatif IKN. Jalan ini dirancang untuk memperlancar mobilitas pegawai, masyarakat, dan pengguna kawasan, serta memperkuat integrasi antar fungsi pemerintahan di ibu kota baru.
“Infrastruktur ini memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas kawasan pemerintahan di IKN,” kata Ngatemin. “Melalui proyek ini, WIKA turut mendukung terwujudnya pembangunan infrastruktur yang andal, terintegrasi, dan berkelanjutan di Ibu Kota Nusantara.”