TARAKAN — Pengemudi transportasi online di Tarakan mulai mendapat kepastian terkait penyusunan tarif baru. Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Utara mengambil langkah ini setelah mendengar keluhan para mitra pengemudi yang selama ini mengeluhkan pendapatan yang terus tergerus.
Selama ini, para pengemudi transportasi online di Tarakan kerap mengeluhkan tarif yang berlaku. Mereka menilai struktur tarif saat ini tidak memberikan ruang bagi pendapatan yang layak, terutama setelah dipotong komisi aplikasi dan biaya operasional harian.
“Harapannya, dengan adanya tarif baru ini, pendapatan kami tidak lagi tertekan,” ujar seorang pengemudi yang enggan disebutkan namanya. Ia menambahkan bahwa selama ini margin yang didapat sangat tipis, apalagi dengan kondisi jalan dan harga BBM di Tarakan yang relatif tinggi.
Dishub Kalimantan Utara tengah mengkaji ulang komponen biaya yang akan dimasukkan dalam tarif baru. Beberapa aspek yang menjadi perhatian adalah jarak tempuh, kondisi geografis Tarakan sebagai kota kepulauan, serta biaya operasional kendaraan.
Proses penyusunan ini melibatkan pemangku kepentingan terkait, termasuk perwakilan pengemudi dan pihak aplikator. Dishub memastikan bahwa tarif baru nantinya akan mengakomodasi kepentingan semua pihak, terutama pengemudi yang menjadi ujung tombak layanan.
Penyusunan tarif baru ini ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Dishub Kaltara belum merinci kapan tepatnya tarif tersebut akan resmi diterapkan, namun proses pembahasan terus berjalan.
Kepastian ini disambut positif oleh para pengemudi di Tarakan. Mereka berharap tarif baru bisa segera berlaku agar pendapatan harian kembali stabil dan tidak terus merosot seperti beberapa bulan terakhir.