TANJUNG SELOR — Rangkaian puncak ibadah haji bagi jemaah asal Kalimantan Utara (Kaltara) mulai memasuki tahap akhir dengan skema yang berbeda. Sebanyak 331 jemaah dari total satu kloter asal provinsi ini telah menyelesaikan Nafar Awal, sebuah opsi yang memperbolehkan jemaah meninggalkan Mina lebih cepat setelah melempar jumrah pada hari pertama dan kedua tasyrik.
Dua Pilihan Ibadah di Mina
Prosesi lempar jumrah di Mina menjadi penentu utama dalam skema Nafar. Jemaah yang memilih Nafar Awal hanya tinggal di Mina selama dua hari setelah Idul Adha, yakni pada 11 dan 12 Zulhijah. Setelah menyelesaikan lempar jumrah di dua hari tersebut, mereka diperkenankan kembali ke hotel di Makkah.
Sebaliknya, 26 jemaah lainnya memilih opsi Nafar Akhir. Mereka akan tetap berada di Mina hingga 13 Zulhijah untuk menyelesaikan lempar jumrah pada hari ketiga tasyrik. Keputusan ini biasanya diambil jemaah yang ingin lebih khusyuk atau memiliki utang ibadah yang perlu dituntaskan di Mina.
Kloter 7 E: Satu-satunya Kloter Asal Kaltara
Seluruh jemaah haji asal Kalimantan Utara tahun ini tergabung dalam Kloter 7 E. Kloter ini merupakan satu-satunya kelompok terbang yang memberangkatkan warga dari lima kabupaten/kota di provinsi tersebut. Proses pemberangkatan dan pemulangan jemaah dikelola langsung oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Balikpapan.
Pilihan antara Nafar Awal dan Nafar Akhir diberikan kepada seluruh jemaah berdasarkan kemampuan fisik dan kesiapan masing-masing. Petugas haji dari Kementerian Agama Kaltara mendampingi proses pengambilan keputusan ini di lapangan.
Fakta Singkat Ibadah Haji Kaltara 2024:
- Total jemaah: 357 orang dalam satu kloter (Kloter 7 E).
- Nafar Awal: 331 jemaah telah rampung dan kembali ke hotel.
- Nafar Akhir: 26 jemaah masih di Mina hingga 13 Zulhijah.
- Lokasi pemantauan: PPIH Arab Saudi terus memantau kondisi jemaah di Mina dan Makkah.
Antisipasi Kepadatan dan Cuaca
Petugas haji di lapangan memastikan kebutuhan air minum dan konsumsi bagi 26 jemaah yang memilih Nafar Akhir tetap terpenuhi. Suhu di Mina yang cenderung tinggi pada siang hari menjadi perhatian utama, terutama bagi jemaah lansia. PPIH mengimbau jemaah untuk banyak beristirahat di tenda dan tidak memaksakan diri jika kondisi fisik menurun.
Proses pemulangan jemaah Kaltara ke Tanah Air dijadwalkan secara bertahap setelah seluruh rangkaian ibadah di Makkah selesai. Kloter 7 E dijadwalkan kembali ke embarkasi Balikpapan dalam beberapa pekan ke depan melalui skema pemulangan yang telah ditetapkan pemerintah.