IHSG Ambles 1%, Sektor Kesehatan Justru Melonjak 5,57%

Penulis: Hendri Saputra  •  Senin, 11 Mei 2026 | 11:08:15 WIB
IHSG jatuh 1% pada perdagangan Senin, didominasi pelemahan sektor energi dan perbankan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok pada perdagangan Senin (11/5), anjlok lebih dari satu persen di awal sesi. Mayoritas sektor memerah, namun sektor kesehatan justru mencatat lonjakan signifikan hingga 5,57%, menjadi satu-satunya yang mampu melawan arus pelemahan.

JAKARTA — Pasar modal Indonesia memulai pekan ini dengan tekanan jual yang dalam. IHSG dibuka tipis di level 6.959,94, lalu ambles hingga nyaris menyentuh 6.846 sebelum berada di posisi 6.894 pada pukul 09.43 WIB. Sebanyak 455 saham memerah, sementara hanya 184 saham bertahan di zona hijau.

Sektor Kesehatan Melawan Arus, Energi Paling Terpukul

Dari 11 sektor saham, hanya dua yang mencatat penguatan. Sektor kesehatan memimpin dengan kenaikan 5,57%, disusul infrastruktur yang menguat 1,38%. Di sisi berlawanan, sektor energi menjadi yang paling tertekan dengan koreksi 2,36%, diikuti industri turun 1,53% dan keuangan melemah 1,37%.

Saham perbankan menjadi pemberat utama. BMRI terpangkas 7,34% menjadi Rp 4.290 per saham dari posisi penutupan Rp 4.630. Nilai transaksi BMRI tercatat paling aktif, mencapai Rp 666,7 miliar dengan frekuensi perdagangan 32.840 kali.

Top Gainers: Saham Kesehatan Mendominasi

Lonjakan sektor kesehatan tercermin dari jajaran top gainers. Saham MEDS melesat 32,48%, disusul IKPM naik 29,66%, dan LABS menguat 24,22%. Dua saham farmasi, KAEF dan PEHA, sama-sama mencatat kenaikan 23,12%. MEDS juga menjadi salah satu yang paling aktif dengan frekuensi 45.545 kali.

Top Losers: ESIP Pimpin Pelemahan, NIKL Ikut Terkoreksi

Di papan bawah, saham ESIP menjadi yang paling terpuruk dengan koreksi 14,97%, diikuti ASPR turun 14,91% dan SHIP melemah 14,90%. Saham nikel NIKL ambles 13%, sementara MGNA merosot 11,76%.

Volume dan Nilai Transaksi Masih Tinggi

Total frekuensi perdagangan mencapai 838.475 kali dengan volume 12 miliar saham dan nilai transaksi Rp 5,7 triliun. Posisi dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran 17.407, menambah tekanan bagi investor asing yang cenderung wait and see.

Pelemahan IHSG terjadi di tengah bursa Asia Pasifik yang bervariasi, menandakan tekanan domestik lebih dominan. Investor kini mencermati langkah selanjutnya, terutama dari sektor perbankan dan energi yang menjadi pemberat utama indeks pada awal pekan ini.

Reporter: Hendri Saputra
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top