KALIMANTAN UTARA — Bank Artha Graha Internasional resmi menjadi Strategic Partner ajang The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026, dengan fokus membuka akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif. Keterlibatan bank ini menyasar tiga pilar: akses permodalan, solusi digital dan transaksi, serta pemberdayaan UMKM kreatif. Kolaborasi tersebut diharapkan mempercepat pertumbuhan ekosistem kreatif nasional yang inklusif dan berdaya saing global.
Kemitraan Bank Artha Graha Internasional dalam WCCE 2026 mencakup penyediaan dukungan perbankan terintegrasi, pembiayaan berkelanjutan, dan solusi transaksi digital yang disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha kreatif. Cakupannya mulai dari skala UMKM hingga pelaku yang menargetkan pasar global.
Direktur Bank Artha Graha Internasional Selvy Hutomo menyebut keterlibatan perseroan bukan sekadar dukungan finansial. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi jalan bagi kreator dan wirausahawan lokal untuk menembus jaringan, pasar, dan investasi global.
"Ekonomi kreatif merupakan salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi masa depan Indonesia. Keterlibatan kami sebagai Strategic Partner di WCCE 2026 bukan sekadar dukungan finansial, melainkan bentuk kolaborasi nyata untuk membuka jalan bagi para kreator dan wirausahawan lokal dalam mengakses jaringan, pasar, dan investasi global," ujar Selvy dalam keterangan tertulis, Senin (26/10/2026).
Tiga Pilar Keterlibatan Bank Artha Graha di WCCE 2026
Perseroan memetakan perannya dalam tiga fokus utama yang saling terkait. Ketiganya diarahkan pada kebutuhan pembiayaan dan transaksi yang selama ini menjadi hambatan pelaku ekonomi kreatif.
- Akses pembiayaan dan permodalan: membuka peluang inklusi keuangan dan pendanaan fleksibel bagi pengusaha kreatif.
- Solusi digital dan transaksi: menyediakan ekosistem pembayaran modern yang mempermudah transaksi bisnis antarnegara.
- Pemberdayaan UMKM kreatif: mendorong program pendampingan bisnis agar produk lokal memenuhi standar pasar internasional.
Literasi Keuangan untuk Tiga Generasi
Rangkaian edukasi literasi keuangan digelar pada 23 Oktober 2026 di MGP Space SCBD. Sesi ini menyoroti adaptasi strategi finansial bagi Gen Alpha, Gen Z, dan Milenial dalam menghadapi dinamika ekonomi 2026.
Head Regional Bank Artha Graha Internasional Lily Pangestu menekankan pendekatan "Saving More, Living Better". Menabung, katanya, bukan berarti memangkas kualitas hidup, melainkan mengelola alokasi dana secara bijak demi stabilitas finansial jangka panjang.
Jakarta Vision dan Agenda Ekonomi Kreatif Setelah 2030
WCCE 2026 mengusung tema "Inclusively Creative: Collective Continuity". Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyebut forum ini menjadi momentum membawa ekonomi kreatif ke tingkat lebih strategis dalam agenda pembangunan dunia.
Salah satu keluaran yang diharapkan lahir dari forum ini adalah Jakarta Vision on Creative Economy. Dokumen tersebut diproyeksikan menjadi pijakan memperkuat posisi ekonomi kreatif dalam agenda pembangunan global setelah 2030.
"Salah satu keluaran pentingnya adalah Jakarta Vision on Creative Economy yang diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat posisi ekonomi kreatif dalam agenda pembangunan global setelah 2030, sekaligus mendorong perhatian dunia terhadap kontribusi ekonomi kreatif dalam pembangunan ekonomi dan sosial," ujar Teuku.
Creativillage di SCBD dan Hari Ekonomi Kreatif Nasional
Selain konferensi utama, WCCE 2026 menghadirkan Creativillage pada 21-25 Oktober 2026 di kawasan SCBD. Ruang pengalaman kreatif ini terbuka bagi masyarakat umum.
Rangkaiannya meliputi Soul of Indonesia di Akasta SCBD pada 21 Oktober, Village One di Ashta District 8, Village Two di MGP Space dan SCBD Park pada 21-25 Oktober, serta WCCE Weekland di SCBD pada 24-25 Oktober 2026. Karya yang dipamerkan mencakup seni, desain, fesyen, literatur, permainan, kekayaan intelektual, teknologi, kuliner, hingga produk kreatif daerah.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menegaskan forum ini dirancang untuk menghasilkan koneksi dan kolaborasi konkret, bukan berhenti pada dialog. "Ekonomi kreatif tidak tumbuh dalam ruang yang terpisah. Kita membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, kreator, komunitas, akademisi, investor, dan mitra internasional untuk membuka akses terhadap pasar, investasi, teknologi, dan pengembangan kekayaan intelektual," ujarnya.
Rangkaian WCCE 2026 beriringan dengan Hari Ekonomi Kreatif Nasional pada 24 Oktober sebagai bagian dari OktoberKreasi. Ajang ini mengajak daerah dan pelaku ekonomi kreatif menghidupkan ruang kreatif, memperkenalkan karya, membangun jejaring, dan memperluas peluang kolaborasi.