TANJUNG SELOR — Angka pertumbuhan itu disampaikan BPS berdasarkan hasil penghitungan produk domestik regional bruto Kaltara. Nilai PDRB atas dasar harga berlaku Rp 42,47 triliun menandakan aktivitas ekonomi provinsi ke-34 Indonesia ini tetap bergerak meski keterbatasan fiskal menerpa banyak daerah.
Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang menyatakan data lima tahun terakhir memperlihatkan tren positif dengan pertumbuhan stabil di kisaran 4,5–5,3 persen per tahun.
Sektor Apa yang Menopang Ekonomi Kaltara
Tiga sektor utama menjadi penyangga pertumbuhan: konstruksi, industri pengolahan, dan pertambangan. Inflasi daerah juga tercatat terjaga rendah, di bawah 3 persen.
Kombinasi itu membuat Kaltara tidak sepenuhnya bergantung pada belanja pemerintah daerah. Aktivitas swasta di sektor tambang dan pengolahan memberi dorongan tersendiri bagi perekonomian wilayah.
Efisiensi Anggaran Tidak Mengguncang Fiskal Daerah
Kebijakan pemangkasan anggaran secara nasional sempat memunculkan kekhawatiran terhadap laju pembangunan daerah. Namun Pemprov Kaltara menegaskan akuntabilitas pengelolaan keuangan tetap terjaga.
Badan Pemeriksa Keuangan RI kembali memberikan opini wajar tanpa pengecualian atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kaltara tahun 2025. Capaian itu menjadi yang ke-12 kali secara berturut-turut.
"Alhamdulillah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara kembali meraih opini WTP (wajar tanpa pengecualian) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2025," tutur Gubernur Zainal.
Kunci Pembangunan Daerah Menurut Gubernur
Zainal menilai tata kelola pemerintahan yang baik menjadi fondasi utama keberhasilan pembangunan. Pernyataan itu disampaikannya usai upacara peringatan HUT Ke-14 Kaltara.
"Kita patut bersyukur atas hal tersebut, karena ini merupakan hasil dari kinerja kita bersama," ujar Gubernur Zainal kepada Radar Tarakan.
Mantan Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kaltara itu menambahkan predikat WTP membuktikan standar akuntansi pemerintahan tetap dipatuhi meski anggaran dipangkas.
"Capaian predikat ini menegaskan, meski dihadapkan pada kebijakan efisiensi dan pemangkasan anggaran, kita tetap mampu mempertahankan akuntabilitas serta kepatuhan terhadap standar akuntansi pemerintahan," pungkasnya.
Bagaimana Prospek Ekonomi Kaltara ke Depan
Stabilitas inflasi di bawah 3 persen memberi ruang bagi daya beli warga untuk bertahan. Sektor konstruksi yang tetap bergerak juga menandakan proyek infrastruktur tidak sepenuhnya terhenti oleh efisiensi anggaran.
Bagi pelaku UMKM dan pedagang di Tanjung Selor serta Tarakan, pertumbuhan 4,96 persen menjadi sinyal bahwa permintaan masyarakat masih terjaga. Pemerintah provinsi belum membeberkan proyeksi pertumbuhan untuk triwulan III 2026.