MALINAU — Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) Porprov II Kalimantan Utara 2026 menetapkan penutupan pendataan atlet berbasis nama atau entry by name pada 25 Oktober. Setelah tahap itu ditutup, tim keabsahan akan memeriksa data peserta sebelum dibahas dalam pertemuan Chief de Mission (CDM) yang direncanakan 28 Oktober.
Rangkaian administrasi berlanjut ke Delegation Registration Meeting (DRM) pada 1 November 2026. Pertemuan itu menjadi titik akhir proses administrasi sebelum kontingen disahkan dan pertandingan digelar di Kabupaten Malinau, 10—22 November.
Empat Tahap Administrasi Menuju Hari Pertandingan
Ketua Panwasrah Porprov II Kaltara 2026 Wiyono Adie menyebut entry by name menandai selesainya proses sebelumnya. Data yang masuk akan divalidasi tim keabsahan, lalu dibawa ke CDM dan diteruskan ke DRM.
Pemeriksaan mencakup kesesuaian identitas, persyaratan atlet, serta ketentuan keikutsertaan pada cabang olahraga yang dipertandingkan. Hasil validasi menjadi dasar pembahasan bersama perwakilan kontingen, pengurus cabang olahraga, dan panitia pelaksana.
"Kalau sudah berbicara entry by name, maka proses sebelumnya sudah selesai. Setelah itu, data akan divalidasi oleh tim keabsahan sebelum dibawa ke CDM dan dilanjutkan ke DRM," ujar Wiyono, Jumat (16/10).
Melalui CDM, seluruh pihak diharapkan memiliki pemahaman sama soal ketentuan teknis maupun administrasi. DRM kemudian menjadi tahap pengesahan data peserta lewat penandatanganan berita acara.
"Kalau DRM sudah selesai, berarti semuanya sudah bersih. Tinggal tanda tangan berita acara dan pelaksanaan teknis pertandingannya," jelasnya.
Jadwal 13 Hari, Kontingen Boleh Datang Bergiliran
Jadwal pertandingan telah dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) di Kabupaten Malinau pada 14 September, bersamaan dengan peluncuran logo dan maskot ajang tingkat provinsi itu. Pertandingan berlangsung 13 hari, 10 hingga 22 November 2026.
Wiyono menyatakan jadwal setiap cabang olahraga disusun sesuai karakteristik dan sistem pertandingan masing-masing. Konsekuensinya, kedatangan atlet dan ofisial tidak harus bersamaan.
"Yang penting kami sudah membuat jadwal, mulai dari pembukaan sampai penutupan, termasuk jadwal pertandingan. Mereka mau datang seminggu sebelumnya atau beberapa hari sebelumnya, itu menyesuaikan kebutuhan masing-masing kontingen," katanya.
Atlet dapat datang lebih awal untuk beradaptasi dengan arena dan mempersiapkan diri. Uji coba lapangan juga dimungkinkan apabila diizinkan sesuai ketentuan penyelenggara.
Anggaran Belum Cair, Malinau Disebut Siap 90 Persen
Di sisi lain, Ketua KONI Kaltara M Nasir mengungkapkan persoalan yang dihadapi jelang Porprov: anggaran pelaksanaan belum dikucurkan. Waktu pelaksanaan tersisa kurang dari sebulan.
"Kita mengharapkan dalam waktu dekat ini, Pemprov Kaltara bisa mencairkan anggaran untuk pelaksanaan Porprov II. Kami menunggu proses pencairan itu, baik KONI maupun PB Porprov II," ujarnya.
Nasir menilai persiapan Kabupaten Malinau sebagai tuan rumah sudah mencapai 90 persen. Peralatan pertandingan masih perlu dipenuhi, namun kekurangan itu dapat ditopang peralatan milik Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga yang dipertandingkan.
Sebelumnya, pembentukan perangkat penyelenggara sudah dilakukan, mulai dari Panwasrah, PB Porprov, Dewan Hakim, tim keabsahan, hingga perangkat teknis lain. Koordinasi melalui Rakornis dipakai untuk menyelaraskan kebutuhan tiap cabang olahraga.
Panwasrah meminta seluruh kabupaten dan kota menuntaskan pendataan atlet sesuai jadwal. Data itu menjadi dasar verifikasi sebelum kontingen disahkan dan pertandingan dimulai di Malinau.