TANJUNG SELOR — Forecaster On Duty BMKG Tanjung Harapan-Bulungan, Agus, menyatakan pemantauan menggunakan alat PM2.5 menunjukkan lonjakan konsentrasi partikulat halus yang signifikan. "Untuk kondisi kualitas udara di Tanjung Selor pukul 08.00 WITA, nilai konsentrasi PM2.5 sebesar 152,0 µg/m³ dan masuk kategori sangat tidak sehat," ujar Agus saat dikonfirmasi.
Angka tersebut tercatat dalam pemantauan rutin yang dilakukan BMKG Tanjung Harapan-Bulungan sebagai bagian dari pemantauan kondisi lingkungan dan cuaca di wilayah Tanjung Selor.
Apa Arti Kategori Sangat Tidak Sehat bagi Warga Tanjung Selor?
Kategori sangat tidak sehat menandakan konsentrasi partikulat halus di udara berada pada level yang berpotensi membahayakan kesehatan. Kelompok yang paling rentan adalah anak-anak, lansia, dan warga dengan gangguan pernapasan.
Agus mengimbau masyarakat untuk memperhatikan perkembangan kualitas udara secara berkala. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara semakin memburuk.
PM2.5 dan Risiko Kesehatan yang Mengintai
Partikulat halus PM2.5 adalah partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk hingga ke saluran pernapasan bagian dalam. Paparan berkepanjangan terhadap konsentrasi tinggi berisiko memicu gangguan pernapasan dan kardiovaskular.
Kondisi udara di Tanjung Selor sebelumnya juga pernah memburuk. Pemantauan kali ini menegaskan bahwa kualitas udara di wilayah tersebut belum sepenuhnya pulih.
Langkah yang Perlu Diambil Warga
BMKG Tanjung Harapan-Bulungan menyarankan warga memantau perkembangan kualitas udara secara berkala. Jika kondisi memburuk, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi, terutama bagi kelompok rentan.
Pemantauan PM2.5 di Tanjung Selor dilakukan secara rutin menggunakan alat khusus sebagai bagian dari layanan informasi lingkungan dan cuaca BMKG.