TANA TIDUNG — Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Tana Tidung, Uus Rusmanda, A.Ks., M.HP., menyatakan kegiatan akademik tahap awal akan menumpang fasilitas yang sudah tersedia sambil menyesuaikan kebutuhan ruang perkuliahan.
Tiga ruangan di SMP Tunas Muda 2 disiapkan sebagai tempat kegiatan perkuliahan pada masa awal. Pemanfaatan fasilitas sementara ini dipilih agar proses perkuliahan bisa berjalan tanpa menunggu pembangunan gedung baru selesai.
48 Ruang Kelas Disiapkan untuk Antisipasi Pertambahan Mahasiswa
Selain tiga ruangan di SMP Tunas Muda 2, Pemkab Tana Tidung menyiapkan 48 ruang kelas berukuran sekitar 4 x 7 meter. Ruang tersebut masih memungkinkan dikembangkan apabila kebutuhan perkuliahan meningkat seiring bertambahnya jumlah mahasiswa.
"Untuk awal kita bisa menggunakan fasilitas yang ada di SMP Tunas Muda 2. Ada tiga ruangan yang bisa dipakai. Jadi sambil prosesnya berjalan, perkuliahan bisa menggunakan fasilitas yang sudah tersedia," kata Uus.
"Kalau nanti kebutuhan ruangnya bertambah, ruang yang ada masih bisa dikembangkan. Ukurannya sekitar empat kali tujuh meter, dan ada 48 ruang kelas. Jadi kapasitasnya masih bisa disesuaikan dengan perkembangan mahasiswa," ujarnya.
Lulusan Pesantren Tarakan hingga Berau Jadi Calon Mahasiswa
Keberadaan IAIN di Tana Tidung diproyeksikan membuka akses pendidikan tinggi keagamaan bagi lulusan sekolah menengah dari wilayah sekitar. Potensi mahasiswa tidak hanya dari Tana Tidung, tetapi juga Tarakan, Nunukan, dan Berau yang jaraknya relatif dekat.
Selama ini lulusan sejumlah daerah di Kalimantan Utara yang hendak melanjutkan pendidikan tinggi keagamaan harus mencari kampus di luar daerah. Ada yang menempuh kuliah hingga ke Jawa karena tidak ada pilihan perguruan tinggi agama di provinsi sendiri.
"Potensi mahasiswanya cukup banyak. Ada lulusan dari pesantren di Tarakan, Nunukan, Tana Tidung, kemudian lulusan SMA juga banyak. Selama ini kalau mau kuliah agama, ada yang harus keluar Kaltara, bahkan sampai ke Jawa. Berau juga cukup dekat dengan Tana Tidung," tuturnya.
Kos-Kosan hingga Ojek Online di Sesayap Diprediksi Ikut Bergerak
Kehadiran mahasiswa dan tenaga pengajar dari luar daerah berpotensi meningkatkan kebutuhan tempat tinggal, makanan, serta jasa transportasi di sekitar Sesayap. Aktivitas kampus diperkirakan memberi pengaruh langsung terhadap kegiatan ekonomi masyarakat setempat.
"Kalau nanti mahasiswa mulai datang, tentu ada kebutuhan kos-kosan, warung makan, kemudian ojek online dan kebutuhan lainnya. Jadi keberadaan kampus ini bisa membuat aktivitas ekonomi di Sesayap ikut bergerak," katanya.
Koordinasi dengan Kementerian Agama Masih Berjalan
Pemkab Tana Tidung masih melakukan koordinasi teknis dengan Kementerian Agama, termasuk membicarakan sejumlah kebutuhan yang harus dipenuhi sebelum kegiatan akademik dimulai. Komunikasi dengan tim Kementerian Agama dijadwalkan melalui pertemuan daring dalam waktu dekat.
Target September 2027 tetap menyesuaikan tahapan yang harus dilalui bersama kementerian terkait. Pemerintah daerah mempersiapkan sejumlah syarat dari sekarang agar jadwal perkuliahan perdana tidak mundur.
"Targetnya September 2027 sudah bisa mulai kuliah. Memang prosesnya masih panjang dan ada beberapa tahapan yang harus diselesaikan. Dalam waktu dekat juga ada Zoom dengan tim Kementerian Agama untuk membicarakan teknisnya, sehingga target September 2027 itu bisa dipersiapkan dari sekarang," pungkasnya.