Pencarian

Khofifah Ajak Ratusan Kader Muslimat NU di Kaltara Perkuat Peran Perempuan sebagai Madrasah Ula dan Penggerak Perdamaian Dunia

Kamis, 10 September 2026 • 06:01:01 WIB
Khofifah Ajak Ratusan Kader Muslimat NU di Kaltara Perkuat Peran Perempuan sebagai Madrasah Ula dan Penggerak Perdamaian Dunia
Khofifah menyampaikan pidato di hadapan ratusan kader Muslimat NU di Kalimantan Utara.

TARAKAN — Perempuan memiliki posisi fundamental sebagai sekolah pertama bagi anak-anak. Nilai agama, akhlak, dan karakter mulai ditanamkan dari lingkungan keluarga sebelum seorang anak mengenal dunia luar.

Khofifah menegaskan, Muslimat NU berada di garis depan untuk menyuarakan perdamaian sekaligus menanamkan nilai persaudaraan, toleransi, dan kemanusiaan. Peran itu dimulai dari unit terkecil masyarakat, yakni keluarga.

Seruan Perdamaian untuk PBB

Perdamaian dunia tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau negara. Dibutuhkan ikhtiar bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi perempuan.

"Yang kita harapkan ada perdamaian di dunia, diwujudkan bersama oleh warga dunia. Maka selalu ada seruan Muslimat NU kepada PBB supaya negara di dunia membangun suasana sejuk dan damai," ujar Khofifah dalam keterangannya, Selasa.

Menurutnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak semata menjadi kegiatan seremonial. Momen ini harus menjadi pengingat untuk memperkuat akhlak dan memperluas kebermanfaatan organisasi.

Peran Ibu sebagai Madrasah Ula

Khofifah menyebut ibu adalah madrasah ula bagi anak-anaknya. Dari pangkuan ibulah generasi masa depan dibentuk melalui doa dan pendidikan karakter.

"Setiap pengajian, saya yakin semua orang tua berdoa mendoakan anaknya mempunyai akhlakul karimah, menjadi anak yang solih, solihah. Saya berharap yang Ibu lantunkan, Mars Muslimat NU, kita semua bisa mendidik dan membina putra-putri bangsa," tuturnya.

Ia juga mengajak seluruh Muslimat NU memperkuat doa bagi keluarga agar anak-anak dan keturunan menjadi penyejuk hati sebagaimana termaktub dalam Al-Qur'an, Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a'yun waj'alna lil muttaqina imama.

2.600 Paralegal dan 206 Profesor

Penguatan peran Muslimat NU di masyarakat diwujudkan melalui program paralegal. Khofifah menyebut lebih dari 2.600 paralegal telah mengikuti proses pendidikan dan diwisuda.

"Oleh karenanya Muslimat NU memiliki paralegal. Jadi ada lebih 2.600 yang sudah diwisuda. Mereka melalui proses dan sertifikat sudah internasional," terangnya.

Di bidang keilmuan, Muslimat NU mencatatkan pencapaian membanggakan. Saat ini terdapat 206 profesor yang tergabung dalam organisasi tersebut.

"Muslimat ini memiliki 206 profesor Muslimat NU dan Insya Allah terus berkembang. Satu-satunya asosiasi pergerakan wanita terbesar yang punya asosiasi profesor perempuan," ungkapnya.

Khofifah menilai keberadaan para profesor dan ulama perempuan tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki banyak perempuan berkualitas yang mampu bersaing di panggung keilmuan internasional.

Kegiatan yang dihadiri Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang ini diawali dengan lantunan Shalawat Nabi. Suasana khidmat mewarnai pertemuan yang menjadi ajang silaturahmi dan penguatan semangat pengabdian Muslimat NU di Kalimantan Utara.

Follow faktakaltara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: detak.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks