Benuanta.co.id, BULUNGAN – Capaian indeks kualitas data kepegawaian 99,53 persen tidak membuat Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalimantan Utara (Kaltara) berhenti bergerak. Mereka memasang target baru yang lebih ambisius. Seluruh data Aparatur Sipil Negara (ASN) kini diupayakan terintegrasi utuh hingga 100 persen.
Kejar Validitas Data
Kepala Bidang Pembinaan dan Informasi Pegawai BKD Kaltara, Indrayadi Purnama Saputra, menegaskan pembaruan data bukan pekerjaan sekali jadi. Kondisi pegawai dapat berubah setiap waktu, sehingga pemutakhiran wajib dilakukan.
"Data itu sebetulnya targetnya harus 100 persen. Dan 100 persen itu kan tidak begitu dapat 100 persen terus kita biarkan," kata Indrayadi pada Kamis (3/6/2026).
Dinamika Kepegawaian
Indrayadi menjelaskan dinamika internal terus memicu perubahan. Pegawai yang pensiun, pindah instansi, atau mengalami pembaruan data lainnya harus segera tercatat dalam sistem.
"Dinamika pegawai ini kan harusnya selalu menjaga data. Tapi ada yang tertinggal atau tidak ter-cover, tidak terinput atau ter-upload," jelasnya.
Hal-hal tersebut, lanjut Indrayadi, menjadi materi koordinasi rutin dengan unit kepegawaian di seluruh instansi. Tujuannya untuk memastikan tidak ada celah yang terlewat dalam pembaruan.
Koordinasi Melekat
BKD Kaltara tidak hanya mengandalkan pemeriksaan berkala untuk menjaga kualitas data. Koordinasi langsung dengan operator kepegawaian di setiap instansi menjadi kunci utama.
"Atas nama si A kenapa ini tidak masuk datanya, kita harus jaga terus itu," ujarnya.