KALIMANTAN UTARA — Pabrik yang diresmikan Kamis (3/9) itu menempati lahan seluas 126 hektar di Smartpolitan Industrial Park, Kabupaten Subang. Fasilitas ini dibangun dengan proses manufaktur utuh, bukan sekadar jalur perakitan mobil utuh dari China.
Lini stamping, welding, painting, hingga final assembly tersedia dalam satu kawasan. Dari sini BYD tidak lagi sekadar mengimpor kendaraan CBU, melainkan membangun basis produk yang dirakit di Indonesia.
Serapan Pekerja Lokal Bisa Tembus 20 Ribu Orang
Tahap awal operasi mempekerjakan sekitar 5.000 orang dari Subang dan sekitarnya. Jumlah itu berpotensi membengkak menjadi lebih dari 20 ribu tenaga kerja lokal saat pabrik berjalan pada kapasitas penuh.
Investasi Rp11,6 triliun dikucurkan untuk menyokong target produksi tahunan yang dirancang fleksibel mengikuti naiknya angka penjualan kendaraan listrik di pasar domestik.
BYD Fokus ke Mobil Listrik Sejak 2022, Sudah 35 Tahun Melaju
Keputusan membangun fasilitas di Indonesia bukan langkah dadakan. Produsen asal China itu telah memangkas lini kendaraan berbahan bakar bensin dan diesel sejak 2022 untuk berkonsentrasi pada New Energy Vehicle.
"Hari ini sangat penting, peresmian pabrik BYD di Indonesia. Ini tidak hanya penting bagi kami, tapi juga pemerintah Indonesia karena mendukung transformasi kendaraan," ujar Liu Xueling, Vice President of BYD Co., Ltd., dalam sambutannya.
Strategi itu membawa hasil. Penjualan global BYD menembus 4,6 juta unit pada 2025. Akumulasi penjualan hingga Agustus 2026 sudah mencapai 17,8 juta unit, membentang dalam perjalanan 35 tahun perusahaan.
Menperin: Jabar Tumbuh 5,73 Persen, Tak Bisa Sekadar Jadi Pasar
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyambut baik pilihan Jawa Barat sebagai lokasi pabrik. Pertumbuhan ekonomi provinsi itu mencapai 5,73 persen secara year on year, salah satu penopang daya tarik industri manufaktur nasional.
Menurut Agus, beroperasinya pabrik Subang menggeser posisi BYD dari penguasa pasar menjadi pemain industri. Harapannya investasi tidak berhenti di perakitan, melainkan melebar ke seluruh ekosistem kendaraan listrik. "Ke depan kami berharap investasi BYD tidak berhenti sampai pabrik tapi juga meluas ke ekosistem kendaraan listrik," katanya.
Model pertama yang keluar dari lini Subang adalah BYD M6 DM. Kendaraan ini sudah masuk kategori produk lokal dengan tingkat komponen dalam negeri melampaui syarat 40 persen.