Pencarian

Jarak Pandang di Kaltara Turun Drastis Hingga 500 Meter, BMKG Ingatkan Ancaman bagi Penerbangan

Selasa, 01 September 2026 • 11:01:31 WIB
Jarak Pandang di Kaltara Turun Drastis Hingga 500 Meter, BMKG Ingatkan Ancaman bagi Penerbangan
Kabut asap menyelimuti kawasan Kalimantan Utara dengan jarak pandang turun hingga 500 meter.

TANJUNG SELOR — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Utara. Berdasarkan pemantauan BMKG Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan, jarak pandang pada periode 30-31 Agustus didominasi asap dengan tingkat visibilitas yang fluktuatif.

Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan, Agus Ariyanto, menyebut kondisi terburuk terjadi pada malam hari ketika jarak pandang bisa turun drastis.

Ancaman bagi Aktivitas Penerbangan dan Warga

Penurunan jarak pandang menjadi perhatian serius, terutama bagi keselamatan penerbangan yang membutuhkan visibilitas optimal saat lepas landas maupun mendarat. Aktivitas masyarakat di luar ruangan juga berisiko terdampak, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

"Secara umum, kondisi cuaca di wilayah pengamatan selama periode 30–31 Agustus 2026 didominasi oleh asap (smoke) dengan jarak pandang sekitar 500–4.000 meter," ujar Agus di Tanjung Selor, Bulungan, Senin.

Hotspot Terdeteksi di Tiga Kabupaten

Pemantauan satelit pada periode yang sama menunjukkan adanya sejumlah titik panas yang tersebar di wilayah Kaltara. Konsentrasi hotspot terbesar terpantau di Kabupaten Bulungan, khususnya di wilayah Tanjung Palas Timur dan sekitarnya.

Selain Bulungan, titik panas juga terdeteksi di sejumlah lokasi di Kabupaten Malinau dan Nunukan. Keberadaan hotspot ini menjadi indikasi sumber asap, meski BMKG menegaskan belum seluruh asap yang teramati berasal dari titik-titik tersebut.

"Penyebaran asap sangat dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin serta kondisi atmosfer," jelasnya.

Mengapa Malam Hari Menjadi Kondisi Terburuk?

Akumulasi asap semakin pekat pada malam hingga dini hari. Faktor utamanya adalah kelembapan udara yang tinggi dan angin yang sangat lemah, sehingga partikel asap dan uap air lebih mudah terakumulasi di dekat permukaan tanah.

"Kondisi asap yang persisten didukung oleh adanya hotspot di beberapa wilayah dan angin yang lemah, sehingga asap cenderung bertahan dan menyebabkan jarak pandang menurun, terutama pada malam hingga dini hari," kata Agus.

Kondisi ini sempat disertai kabut (fog) yang memperparah tingkat visibilitas di sejumlah titik.

Prediksi Hujan Masih Tipis

Masyarakat yang berharap hujan dapat membersihkan atmosfer mungkin perlu bersabar. BMKG menyebut potensi hujan dalam sepekan ke depan masih sangat kecil dan bersifat lokal.

"Ada (potensi hujan), tetapi probabilitas sangat kecil, dan bersifat lokal dengan intensitas hujan ringan," ungkap Agus.

BMKG mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap pekat dan menggunakan masker jika terpaksa beraktivitas. Masker dinilai efektif menyaring partikel halus yang terkandung dalam asap.

Follow faktakaltara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltara.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks