TANJUNG SELOR — Semangat nasionalisme warga Kalimantan Utara diuji lewat sebuah perayaan unik. Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang, secara resmi melepas peserta kirab bendera sepanjang 2.026 meter, sebuah angka yang sengaja dipilih untuk merepresentasikan usia kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81.
Kirab sepanjang itu bukan sekadar arak-arakan biasa. Bendera merah putih yang membentang jauh menjadi simbol kuat persatuan di wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia ini. Momen ini menjadi perhatian warga yang berjejer di sepanjang rute untuk menyaksikan langsung atraksi kebangsaan tersebut.
Makna Angka 2.026 di Balik Panjang Bendera
Pemilihan panjang bendera 2.026 meter tidak lepas dari tahun peringatan kemerdekaan yang dirayakan, yakni 2026. Angka ini sekaligus menjadi pengingat bahwa Indonesia telah menginjak usia lebih dari delapan dekade. Bagi warga Kaltara, momen ini menjadi ajang menumbuhkan rasa cinta tanah air sejak dini.
Kirab bendera digelar di ibu kota provinsi, Tanjung Selor, yang menjadi pusat pemerintahan dan kegiatan masyarakat. Kehadiran Gubernur Zainal A Paliwang untuk melepas langsung para peserta menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kegiatan yang mengedepankan nilai-nilai kebangsaan.
Antusiasme Warga Bumi Benuanta
Kegiatan ini menjadi perayaan yang dinanti, tidak hanya oleh aparatur sipil negara, tetapi juga pelajar dan komunitas masyarakat. Mereka berpartisipasi aktif dengan mengenakan atribut merah putih, menambah semarak suasana peringatan detik-detik kemerdekaan di ujung utara Pulau Kalimantan tersebut.
Dengan adanya kirab bendera sepanjang 2.026 meter ini, diharapkan semangat nasionalisme terus menggelora di tengah derasnya arus globalisasi. Perayaan ini menjadi bukti bahwa identitas kebangsaan tetap terjaga di tengah keberagaman budaya yang ada di Kalimantan Utara.