KALIMANTAN UTARA — Rekomendasi HP di 2026 tidak bisa lagi mengacu pada patokan tahun lalu. Kenaikan harga komponen dan pergeseran spesifikasi membuat kelas entry-level hingga flagship mengalami kalibrasi ulang. Dalam video terbaru kanal YouTube GadgetIn, David memetakan ponsel yang masih tersedia dalam kondisi baru di marketplace dan toko dengan rating bagus, mulai Rp1,5 jutaan hingga di atas Rp20 juta.
Berbeda dari edisi sebelumnya yang banyak mengandalkan unit review, kali ini ia memantau produk yang benar-benar bisa dibeli konsumen. HP keluaran tahun sebelumnya tetap masuk nominasi selama mudah ditemukan dalam kondisi baru.
Di Bawah Rp2 Juta: Samsung A07 Jawara Tunggal
Rentang Rp1 juta hingga Rp1,5 juta disebut David sebagai zona mati. Ponsel di kisaran harga itu yang beredar di toko besar umumnya barang bekas, merek asing yang kurang dikenal, atau berasal dari penjual dengan reputasi meragukan.
Pilihan baru mulai muncul di kelas Rp1,5 juta-Rp2 juta. Mayoritas perangkat di segmen ini mengandalkan chipset Unisoc, layar HD 720p, dan RAM maksimal 4 GB. Satu nama yang menonjol adalah Samsung A07.
Ponsel ini memakai MediaTek Helio G99 6nm, RAM 4 GB, penyimpanan 64 GB UFS, dan baterai 5.000 mAh. Keunggulan utamanya ada pada dukungan software: enam kali pembaruan OS dan enam tahun security patch — sesuatu yang nyaris tidak ada di kelas harga ini. Kamera utama 50 MP dan sertifikasi IP54 melengkapi paketnya.
- Kelebihan: update software terlama di kelasnya, chipset 6nm efisien, storage UFS
- Kekurangan: tidak ada NFC, layar masih HD 720p
Kelas Rp2-2,5 Juta: Saran David Justru Menabung
David terang-terangan menyebut kelas ini "tanggung". Untuk dana Rp2,1 juta-Rp2,3 juta, ia menyarankan tetap membeli Samsung A07 dan menyimpan sisa uang. Sementara yang punya budget Rp2,4 juta-Rp2,5 juta disarankan menambah sekitar Rp200-300 ribu untuk naik kelas.
Jika terpaksa memilih di rentang ini, Advan X1 menarik perhatian berkat RAM 8 GB, layar Full HD, Helio G100, penyimpanan 128 GB UFS, NFC, dan gyro fisik. Namun komprominya cukup banyak: kualitas software, mikrofon, speaker, dan visibilitas layar di bawah sinar matahari disebut di bawah standar.
Rp2,5-3 Juta: Lompatan Spesifikasi Paling Terasa
Di kelas ini, layar Full HD AMOLED mulai menjadi standar, penyimpanan 256 GB tersedia, dan RAM 6-8 GB mudah ditemukan. Dua pilihan utama David jatuh pada Redmi Note 15 4G dan Itel S26 Ultra.
Redmi Note 15 4G dinilai sebagai all-rounder berkat AMOLED 120 Hz, baterai 6.000 mAh, kamera 108 MP, NFC, dan Helio G100. Itel S26 Ultra menawarkan layar AMOLED 1,5K 144 Hz, Gorilla Glass 7i, RAM 8 GB, dan baterai 6.000 mAh — spesifikasi layar yang tidak biasa di harga segini.
Rp3-5 Juta: Persaingan Ketat, Redmi Note 15 Pro 5G Favorit
Kelas Rp3-4 juta diisi Tecno POVA Curve, Redmi Note 14 Pro 5G, dan Motorola G57 Power — masing-masing dengan keunggulan dan kompromi berbeda. Namun pilihan paling kuat baru muncul di kelas Rp4-5 juta.
Redmi Note 15 Pro 5G menjadi favorit David. Dimensity 7400, AMOLED 1,5K 144 Hz, kamera 200 MP dengan OIS, baterai 6.500 mAh, RAM 8 GB, dan penyimpanan 256 GB — paket lengkap untuk harga di bawah Rp5 juta. Alternatif lebih hemat adalah Infinix Note 60 yang lebih murah sekitar Rp500 ribu.
Rp5-10 Juta: Poco X8 Pro Unggul, Xiaomi 17T dan iQOO 15R Masuk Daftar
Naik ke Rp5-6 juta, Poco X8 Pro jadi pilihan utama berkat Dimensity 8500 dan storage UFS 4.1 yang jarang ada di kelas menengah. Tecno Camon 50 Pro 5G juga direkomendasikan untuk prioritas kamera.
Di rentang Rp8-10 juta, David memasukkan Xiaomi 17T dan iQOO 15R ke dalam daftar. Keduanya menawarkan performa dan layar yang jauh di atas kelas menengah, dengan trade-off berbeda di sektor kamera dan software.
Rp15-20 Juta: iPhone 17 Masuk, Flagship Android Bertarung
Untuk kelas premium, iPhone 17 menjadi salah satu rekomendasi utama. Di sisi Android, Samsung S25 Ultra, Xiaomi 17 Ultra, Oppo Find X8 Pro, dan Vivo X300 juga dinilai layak dipertimbangkan — semuanya bersaing ketat di harga belasan hingga dua puluhan juta rupiah.
David menekankan bahwa seluruh pilihan di atas adalah pendapat pribadi. Kebutuhan harian tetap menjadi faktor penentu: gamer berat, fotografer mobile, atau pengguna yang hanya butuh update software panjang akan mendapat jawaban berbeda dari daftar ini.